Pekanbaru ( Nadariau Com ) – Rektor universitas lancang kuning (unilak) jangan asal pilih pemborong yang akan mengerjakan pembangunan fisik di unilak lantaran hasilnya pasti akan merugikan unilak seperti dalam pengerjaan turap itu padahal anggaran untuk itu anggaran cukup besar.
” Saya sangat prihatin liat cara kerja unilak dalam memilih pemborong yang bangun turap ini karena diduga tanpa mekanisme yang tepat dalam pengadaan barang dan jasa,” Jelas Robert sebagai salah satu Alumni Unilak kepada media ini Senin 15 September 2025.
Seharusnya Tegas Robert, sebagai lembaga pendidikan unilak harusnya dapat memberi contoh yang baik dengan taat aturan termasuk terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan kampus, bukan seperti saat ini yang memilih cara cara di luar aturan sehingga patut diduga hal ini sengaja di lakukan untuk memperkaya diri dengan kongkalikong dengan pemborong.
” Menurut saya terkait unilak tidak mengikuti kepres no 80 tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa tentunya rektor unilak bisa di tuntut secara hukum ujar ketua LSM Riau bersatu,” Ucapnya.
Lanjutnya Robert jangan karena sumber dana tidak dari negara, unilak sudah mandiri tidak di bawah pemrov Riau lagi dan rektor tidak mengikuti aturan negara yaitu kepres no 80 tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa.
Menurut dia negara punya aturan yang harus dibikuti semuanya termasuk unilak harus tunduk akan aturan negara.
” Sebagai alumni fakultas teknik unilak saya melihat cara kerja pemborong ini sangat miris dan terkesan tidak profesional karna jika melihat struktur kontruksi yang roboh ini tidak kokoh seperti tidak punya perencanaan yang baik dan di kerjakan asal jadi,” Ungkapnya.
Selain itu Robert kembali menegaskan, Harusnya pemborong itu melakukan uji struktur tanah dulu dengan melakukan sonder tanah agar di ketahui pondasi yang cocok lantaran saat ini pondasi yang digunakan cerocok idealnya bore pile agar lebih kokoh dengan struktur tanah bergerak untuk turap itu.
” Belum lagi besi yang mereka gunakan kurang tepat misalnya kaya struktur besi yang di gunakan TS 280 idealnya ituTS 420 karena lebih kuat dan elastis dan besi 10 dengan jarak 40 cm idealnya Besi 12 dengan jarak 15 cm agar lebih rapat dan kokoh,” Tambahnya
Robert mengungkapkan bahwa turap itu sudah gagal kontruksi harus di bongkar semua tidak bisa di bongkar hanya separuh hanya perbaiki yang hancur saja karena bisa saja kejadian ini terulang kembali.
Kata Robert Turap harus di bongkar semua dan di bikin yang baru kembali gunakan tenaga ahli dalam pembangunan dan pemborong itu harus di blecklis bila perlu cek semua kerjaan pemborong itu yang mengerjakan kegiatan fisik unilak.
” Jika bermain dengan spek laporkan pemborong Abal Abal itu karena unilak ini rumah besar kita bersama harus kita jaga bersama. jangan biarkan pimpinan unilak seenak mereka bekerja tanpa prosedur jika melakukan pembangunan libatkan yang berkompeten sehingga hal memalukan seperti ini tidak terulang kembali,” Pintanya.
Terkait hal ini Robert dan rekan rekan alumni lainnya pasti tidak terima karena sejak tahun 1997 unilak itu sudah berbenah dengan adanya gerakan perjuangan merubah unilak menjadi baik.
” Saya, Yusriadi dan rekan rekan lainnya berjuang mati Matian untuk unilak lebih baik namun seakan hal itu sia sia karna pimpinan unilak itu tidak paham roh perjuangan kami dulu. Meskipun kami di luar tapi jiwa kami masih unilak siapan yang merusak unilak harus mundur jika tidak ingin kita mundurkan,” Pungkas Robert. ( Olo ).


