Minggu, Februari 1, 2026
BerandaHeadlineCek Penanganan Karhutla di Riau, Kapolri Pantau Langsung Titik Api dari Udara

Cek Penanganan Karhutla di Riau, Kapolri Pantau Langsung Titik Api dari Udara

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam upaya mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Lingkungan Hidup (LH), Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P, melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah titik api menggunakan helikopter, Kamis (24/07/2025).

Dua titik wilayah terdampak yang dipantau secara intensif adalah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Rokan Hulu (Rohul), yang saat ini mengalami peningkatan signifikan dalam sebaran hotspot.

Turut mendampingi dalam pemantauan udara tersebut Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., perwakilan BMKG, BNPB, TNI-Polri, relawan, serta sejumlah perusahaan swasta yang tergabung dalam Satgas Karhutla.

Kepada wartawan, Kapolri menyampaikan bahwa lonjakan titik panas sempat terjadi pada 20 Juli 2025 lalu, dengan jumlah mencapai 586 hotspot. Namun, hanya dalam dua hari, berkat gerak cepat dan sinergi lintas instansi, jumlah tersebut berhasil ditekan drastis menjadi 144 hotspot per 22 Juli 2025, dengan 14 titik api aktif tersebar di 8 kabupaten, terutama di wilayah Rokan Hilir.

“Gubernur Riau telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla untuk Rokan Hilir dan Rokan Hulu mulai 22 Juli hingga 4 Agustus 2025. Sementara 10 kabupaten/kota lainnya berstatus Siaga Darurat,” tegas Kapolri.

Dalam aspek hukum, Polda Riau telah menindak tegas para pelaku pembakaran. “Hingga saat ini, 46 tersangka telah diamankan, baik karena sengaja membakar maupun akibat kelalaian. Total lahan yang diproses hukum mencapai 280 hektare,” jelas Jenderal Listyo Sigit. Ia menegaskan, penegakan hukum dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla.

Sementara itu, Menteri LHK Dr. Hanif Faisol menjelaskan bahwa strategi pengendalian tidak hanya fokus di darat, tapi juga lewat jalur udara. Operasi water bombing dan modifikasi cuaca telah digencarkan, terutama untuk wilayah perbukitan dan lahan gambut yang sulit dijangkau.

“Beberapa unit helikopter tambahan akan disiagakan di Rokan Hulu untuk memperluas jangkauan pemadaman. Di darat, strategi penutupan kanal air diterapkan untuk menjaga kelembaban dan mencegah penyebaran api,” ujar Hanif Faisol.

Menteri LHK juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan preventif. Penyuluhan intensif akan digencarkan hingga ke tingkat desa agar masyarakat lebih sadar akan bahaya Karhutla.

“Selain itu, Satgas Karhutla juga membentuk pagar betis dengan melibatkan TNI-Polri, masyarakat, dan pihak perusahaan guna mencegah api meluas serta mengendalikan sebaran asap yang masih terjadi meski titik api tak terlihat,” jelasnya.

Dengan seluruh kekuatan darurat yang telah digerakkan – mulai dari penegakan hukum, operasi udara, hingga penguatan pasukan darat, pemerintah optimistis bahwa Karhutla di Riau dapat dikendalikan dalam waktu dekat.

“Ini adalah kerja bersama. Semua pihak harus terus bersinergi untuk melindungi lingkungan, masyarakat, dan generasi masa depan dari bencana asap akibat Karhutla,” tutup Kapolri.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer