Pekanbaru (Nadariau.com) – Prestasi gemilang ditorehkan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau tepat di Hari Bhayangkara ke-79.
Tim Subdit III yang dipimpin AKBP Ade Munawar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 14,87 kilogram, yang diduga berasal dari jaringan internasional.
Dalam konferensi pers di Gedung Media Center Polda Riau, Rabu (09/07/2025), Wakapolda Riau Brigjen Pol Jossy Kusumo menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Riau dalam perang melawan narkoba.
“Jika satu warga saja terancam karena narkoba, itu cukup bagi kami untuk bertindak tegas,” tegas Brigjen Jossy.
Didampingi Dirresnarkoba Kombes Pol Putu Yudha Prawira, jajaran kepolisian membeberkan kronologi penangkapan dua kurir, S (39) dan RAM (26), di Jalan Cipta Karya Ujung, Kabupaten Kampar, pada 1 Juli lalu. Dari tangan keduanya, polisi menyita 15 paket sabu, satu mobil Toyota Innova, tiga ponsel, dan uang tunai Rp1,6 juta.
Mirisnya, kedua pelaku hanya diupah Rp5–7 juta untuk membawa barang haram bernilai Rp14,87 miliar itu menuju Kota Padang, Sumatera Barat. Lebih mengejutkan lagi, mereka menggunakan sistem koordinat tanpa saling mengenal antar pengantar dan penerima. Sebelumnya, mereka telah sukses dua kali mengantar sabu.
“Ini modus baru. Mereka hanya menerima titik koordinat dan bergerak. Tanpa kontak langsung, tanpa nama. Tapi kali ini, mereka gagal,” kata Kombes Putu Yudha.
Nama MF, yang diduga sebagai otak pengiriman, telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Polda Riau terus memburu hingga ke akar jaringan.
“Atas perbuatannya kedua tersangka kita jerat dengan Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika, dengan ancaman penjara seumur hidup atau hukuman mati,” kata Kombes Putu.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur uang cepat dari bisnis haram ini.
“Sekecil apa pun keterlibatan, hukum tetap berjalan. Nyawa dan masa depan adalah taruhannya,” Kombes Anom.
Polda Riau memastikan akan terus memperkuat operasi dan intelijen agar Riau tidak menjadi lintasan nyaman bagi sindikat narkotika.(sony)


