Sabtu, Februari 14, 2026
BerandaHeadlineGuardians of Hope A Struggle in Negeri Lancang Kuning

Guardians of Hope A Struggle in Negeri Lancang Kuning

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ditengah tantangan yang semakin kompleks, seorang pemimpin lahir dengan semangat yang tak pernah padam untuk membawa perubahan nyata.

Ia bukan hanya seorang pelaksana tugas, tetapi seorang inovator yang selalu mencari cara baru untuk mengatasi masalah-masalah krisis di masyarakat utamanya masalah pemberantasan peredaran narkoba.

Dalam setiap langkahnya, ia menanamkan prinsip bahwa tanggung jawab adalah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Dialah Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Komisari Besar Polisi Dr Manang Soebeti Sik MSi, meski baru setahun bertugas di wilayah Riau, ia telah cukup dikenal luas di berbagai lapisan kalangan. Namanya menjadi simbol keadilan dan dedikasi. Kehadirannya tidak hanya membawa rasa hormat, tetapi juga rasa gentar bagi mereka yang melanggar hukum.

“Fokus utama kami di Polda Riau adalah pada pemberantasan jaringan internasional yang menyuplai narkotika utamanya sabudan ekstasi. Meskipun ganja masih ditemukan, jumlahnya dalam peredaran narkoba di wilayah ini tidak sebanyak sabu dan ekstasi,” terang Kombes Manang

Lulusan Akademi Kepolsian 2001 ini menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, peredaran narkoba di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan jumlah kasus yang semakin meningkat. Data hasil pengungkapan narkoba oleh jajaran Kepolisian Daerah Riau menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah kasus yang berhasil diungkap mencapai 2.281 kasus.

Jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 3.359 orang, yang mayoritas adalah pengedar. Dari barang bukti yang disita, tercatat sekitar 515 kilogram sabu, 37,7 kilogram ganja, dan lebih dari 170.000 butir ekstasi.

“Kita bisa banyakkan jika barang bukti ini berhasil beredar, maka dapat dipastikan akan ada puluhan juta orang yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Pastinya ini sangat mengkawatirkan kita semua,” kata Doktor jebolan Fakultas Hukum Universitas Islam Sulat Agung ini.

Ia mengatakan momen paling berkesan baginya adalah ketika ia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Tidak hanya sekadar menangkap pelaku, tetapi ia menggali informasi lebih dalam hingga berhasil memetakan jaringan internasional yang menjadi dalang di baliknya. “Ini bukan tugas yang mudah,” ungkapnya.

Terobosan yang ia lakukan tidak berhenti di situ. Ia memperkenalkan pendekatan baru dalam memberantas peredaran narkoba. Ia memahami bahwa akar masalah tidak hanya pada supply, tetapi juga demand.

“Peredaran narkoba ini pastinya tidak terlepas dari faktor permintaan yang tinggi dari masyarakat itu sendiri. Ketika masyarakat tidak menyadari dampak buruk dari penggunaan narkoba, mereka terus mencari dan membeli barang terlarang tersebut, yang pada gilirannya memperbesar peluang bagi jaringan narkoba untuk terus memasok barang, karena demand yang besar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menggalakkan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Melalui pendekatan yang persuasif dan personal, ia mampu menyentuh hati banyak orang untuk sadar dan melawan narkoba bersama-sama.

Kombes Manang termasuk aktif dalam menggunakan social media untuk berbagi informasi tentang tugas-tugasnya, tetapi juga untuk berinteraksi dengan masyarakat. Setiap unggahan, baik itu tentang keberhasilan operasi, kampanye kesadaran, atau sekadar momen santai, selalu disertai dengan pesan yang menyentuh hati. Ia kerap membalas komentar dan pesan dari masyarakat, menjadikannya figur yang terasa dekat dan mudah diakses.

Kedekatannya dengan masyarakat terlihat dari cara mereka merespons unggahan Manang di Social Media. Setiap konten yang ia bagikan selalu mendapatkan perhatian luas, mulai dari dukungan hingga cerita-cerita pribadi yang menggambarkan bagaimana tindakan Manang telah membawa dampak positif. Banyak yang merasa terinspirasi oleh langkah-langkahnya, terutama dalam pemberantasan narkoba dan upayanya membangun kesadaran masyarakat akan bahayanya.

Dalam perjalanan tugasnya, ia menghadapi berbagai keterbatasan. Sumber daya manusia dan anggaran sering menjadi hambatan, tetapi ia tidak menyerah. Dengan kreativitas, ia mengoptimalkan apa yang ada. Ia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, untuk membangun jaringan informasi yang kuat. Baginya, kerja sama adalah kunci untuk mengatasi segala keterbatasan.

Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya memimpin dari belakang meja. Ia turun langsung ke lapangan, melihat, mendengar, dan merasakan apa yang terjadi. Dari sungai-sungai hingga pantai-pantai terpencil, ia selalu ada untuk memastikan setiap upaya yang dilakukan berjalan dengan efektif.

Selain menjadi sosok yang tegas dalam menjalankan tugas, Manang juga manusia yang hangat di luar pekerjaannya. Hobi seperti olahraga, makan, dan bermain motor trail menjadi “pelarian” yang sehat dari rutinitas yang melelahkan. Bahkan, ketika ia lelah, tidur menjadi cara sederhana untuk mengisi ulang energinya, agar esok hari dapat kembali bertugas dengan semangat penuh.

Keberhasilannya tidak membuatnya jumawa. Ia selalu berkata bahwa semua ini adalah hasil kerja tim. Ia menghargai setiap orang yang terlibat, dari petugas lapangan hingga masyarakat yang memberikan informasi. Baginya, penghargaan adalah milik bersama.

Kini, namanya tidak hanya dikenal di wilayah tempat ia bertugas, tetapi juga di tingkat nasional. Banyak yang memandangnya sebagai teladan, sosok yang membuktikan bahwa satu orang bisa membawa perubahan besar jika memiliki keberanian dan dedikasi.

Ia meninggalkan jejak yang mendalam, bukan hanya dalam data statistik, tetapi juga dalam hati masyarakat. Ia adalah pemimpin yang menunjukkan bahwa perubahan nyata dimulai dari keberanian untuk bertindak.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer