Pekanbaru (Nadariau.com) – Dari hasil pemeriksaan, sopir dan penumpang mobil Toyota Calya yang menabrak satu keluarga hingga tewas di Jalan Hangtuah Ujung, Rabu (01/01/2025) pagi tadi, ternyata menggunakan narkotika jenis sabu sejak mereka berangkat dari Palembang menuju Pekanbaru.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiganya mengaku menggunakan sabu di palembang saat hendak berangkat menuju pekanbaru,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Bagus Faria saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (01/01/2025) siang.
AKP Bagus mengatakan, hadil tes urine ketiganya positif menggunakan narkoba, saat ini Satresnarkoba Polresta Pekanbaru sedang melakukan penyelidikan.
“Dua orang berdomisili di Palembang dan satu lagi di Sukabumi. Sebelum kejadian ketiganya juga pergi ke tempat hiburan malam di Pekanbaru, keluar dari THM terjadi laka lantas,” ujarnya.
Dari pengakuan sopir, dirinya hendak membawa mobil dari Sukabumi menuju Batam.
“Rencana mereka itu mau bawa mobil dari Sukabumi menuju Batam. Keterangan dari yang diamankan ia mengedarkan sabu di Palembang namun perlu kita dalami dan mencari alat bukti lain,” ungkapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, usai merayakan pergantian tahun, pengemudi mobil tabrak satu keluarga hingga tewas di Jalan Hangtuah, Pekanbaru.
Kecelakaan lalu lintas mengakibatkan satu keluarga terdiri dari ayah,ibu dan anak di Pekanbaru tepatnya di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru
Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya terluka. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Hangtuah, tepatnya di depan Klinik Siaga Medika 2, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Alvin Agung Wibawa mengatakan, kecelakaan bermula ketika mobil Toyota Calya bernomor polisi F 1817 VI yang dikemudikan oleh Antoni Romansyah (44), melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi, mobil tersebut melebar ke sebelah kanan jalan dan bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat BM 5672 ABP yang dikendarai oleh Anton Sujarwo (38), yang membonceng dua penumpang.
Belum berhenti di situ, mobil tersebut juga menyenggol sepeda motor Honda Scoopy BM 3170 MAK yang dikendarai oleh Dwi Irawanto (22).
“Akibat kecelakaan ini, tercatat ada tiga orang yang dinyatakan meninggal dunia. Rugi material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” ujarnya.
Mobil Toyota Calya rusak parah pada bagian depan kanan, kaca depan juga retak, sedangkan sepeda motor Honda Beat rusak di seluruh bagiannya dan Honda Scoopy mengalami kerusakan pada lampu depan.
Dalam pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga bahwa pengemudi mobil Toyota Calya, Antoni Romansyah, berada di bawah pengaruh narkoba saat mengemudikan kendaraannya. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu terjadinya kecelakaan Maut ini.(sony)


