Rabu, Februari 18, 2026
BerandaHeadlineFikom Umri Gelar Kuliah Umum Terkait Tantangan Media dan Peluang Lulusan Ilmu...

Fikom Umri Gelar Kuliah Umum Terkait Tantangan Media dan Peluang Lulusan Ilmu Komunikasi

Pekanbaru (Nadariau.com) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (Fikom Umri), Rabu (28/8/2024) menggelar kuliah umum bertajuk ‘Menghadapi Disrupsi Media : Tantangan dan Peluang Lulusan Ilmu Komunikasi’. Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Narasumber yang dihadirkan adalah akademisi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dr Muhammad Sulhan SIP MSi yang juga Sekretaris Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAM SPAK) dengan moderator Eka Putra ST MSc PhD.

Hadir dalam kegiatan itu Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fitria Mayasari MA, Sekteraris Program Studi Khusnul Hanafi SIKom MSoc Sc, belasan Dosen serta 200 orang mahasiswa.

Dalam sambutannya Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom mengatakan bahwa Disrupsi media mengakibatkan perubahan besar dalam industri media. Karenanya kelak kika telah tamat, para lulusan Ilmu Komunikasi dan Hubungan Masyarakat dituntut mampu beradaptasi dengan kondisi ini. Ia juga mengatakan bahwa disurupsi media adalah sebuah keniscayaan.

“Telah terjadi banyak perubahan dalam industri media. Bebeapa pekerjaan tidak lagi menggunakan tenaga manusia. Karenanya kita semua harus adaptif dengan kondisi ini. Karena memang disrupsi media adalah keniscayaan. Suka atau pun tidak, ini akan terus terjadi,” ujarnya.

Sementara itu narasumber Dr Muhammad Sulhan SIP MSi diantara paparan materinya mengatakan banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh tamatan komunikasi menjadi hilang. Namun meski demikian, masih banyak aspek pekerjaan yang sifatnya insaniah yang tidak dapat dikerjakan oleh mesin atau robot.

“Disrupsi media adalah sebuah keniscayaan, mau tidak mau, suka tidak suka hal ini terjadi. Banyak pekerjaan yang semestinya dilakukan para tamatan ilmu komunikasi menjadi hilang. Namun tidak semuanya bisa dilakukan, masih banyak pekerjaan yang memang dari pemikiran dan hati manusia,” bebernya.

Sulhan juga mengatakan bahwa mulai sejak Ilmu Komunikasi ditetapkan sebagai sebuah pilihan di awal kuliah, para mahasiswa harus sudah membuat mapping dalam dirinya mau menjadi apa nantinya sehingga lebih fokus. Selain itu juga membaur dengan mahasiswa lain yang berbeda disiplin atau pilihan prodinya.

“Sejak Ilmu Komunikasi ditetapkan sebagai sebuah pilihan di awal kuliah, para mahasiswa harus sudah membuat mapping dalam dirinya mau menjadi apa nantinya. Adalah sebuah masalah jika mahasiswa tidak tahu mau menjadi apa. Nah, agar lebih konferehensif hendaknya bergaul dengan mahasiswa lain yang berbeda disiplin atau pilihan prodinya misalkan kedokteran atau eksakta,” bebernya lagi.

Sesi kuliah umum yang dilaksanakan dari pukul 14.00-16.00 Wib itu ditutup dengan sesi tanya jawab. Para mahasiswa antusias menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer