Pekanbaru (Nadariau.com) – Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Pekanbaru dan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Riau (Fikom Umri), menggelar Dialog Interaktif Luar Studio Bertajuk Komunikasi Asyik Pasca Pemilu. Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium Kampus Utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Senin (22/7/2024).
Dialog dipandu penyiar RRI Amran Syarifuddin dengan dua orang narasumber yaitu; Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru Rizki Abadi SIKom.
Hadir pula Ketua Badan Pembina Harian Umri Prof Dr HM Nazir MA, Kepala Stasiun RRI Pekanbaru Ir Mochamad Bugi Hidayat MSi dan seratusan mahasiswa Fikom Umri.
Dalam dialog itu Rizki Abadi mengatakan bahwa perbedaan pilihan agar jangan menimbulkan hal-hal yang menganggu proses demokrasi, semua pihak yang berbeda pilihan mesti kembali menyatu pasca pemilu 2024.
“Pemilu telah usai dan perbedaan pilihan adalah hal yang wajar. Namun jangan menimbulkan hal-hal yang menganggu proses demokrasi, semua pihak yang berbeda pilihan mesti kembali menyatu pasca pemilu 2024” jelas Rizki.
Rizki juga mengajak para mahasiswa yang telah memiliki hak pilih untuk berpartisipsi pada Pilkada 2024 yang akan datang. Dia menekankan para mahasiswa agar memilih sosok calon kepala daerah berdasarkan visi dan misi serta memilih bukan karena uang karena akan menciderai demokrasi.
“Kemudian saat ini kita sedang berada di tahapan Pilkada 2024. Saya mengajak para mahasiswa sekalian untuk menggunakan hak pilih. Pilihlah Pemimpin berdasarkan visi, misi dan program. Jangan sampai suara kita dibeli dengan uang karena itu akan mencederai demokrasi,” jelas Rizki lagi.
Rizki juga menyampaikan “Bagi para mahasiswa yang belum didatangi oleh petugas pantarlih dan belum dicoklit silahkan laporkan kepada PPS ataupun Pengawas Pemilu di lingkungan masing-masing”.
Dekan Fikom Umri Jayus SSos MIKom menyampaikan bahwa Pemilu telah usai dan telah ditetapkan pemenangnya. Dia menyebut bahwa saat pemilihan lalu, perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah terjadi.
“Pemilu telah usai dan pemenangnya telah ditetapkan. Meski saat pemilihan berbeda, itu adalah hal lumrah. Meski saat pemilihan menimbulkan dampak beragam, hari ini saatnya menatap ke depan,” jelas Jayus.
Jayus juga mengajak agar menerima hasil pemilu dengan lapang dada. Di lain sisi para kandidat juga telah menerim hasil itu.
Kemudian Jayus berpesan agar para mahasiswa sama-sama mengawal program pemerintah. Apabila ada hal-hal yang akn disampaikan dan dikritisi agar diaampaikan dengan cara yang sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu ketua BPH Umri Prof Dr HM Nazir MA menyambut baik digagasnya acara ini. Mengingat ini adalah hal penting dan bagian dari pendidikan politik untuk para mahasiswa.
“Kegiatan ini adalah sesuatu yang baik yang harus didukung. Saya mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada RRI yang telah mengajak Fakultas Ilmu Komunikasi Umri menggagas dialog ini,” ujar Nazir.
Kegiatan dialog diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara RRI Pekanbaru dengan Fikom Umri serta perjanjian kerja sama antara RRI Pekanbaru dengan Program Studi Ilmu Komunikasi. (alin)


