Pekanbaru, Nadariau Com – Dalam rangka Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau membuat sebuah inovasi baru dengan memanfaatkan kulit jantung pisang untuk deteksi kesegaran fillet ikan patin agar meminimalisir keracunan makanan akibat konsumsi ikan.
Kegiatan ini berlangsung dari bulan April hingga Agustus 2024. Mahasiswa yang terlibat dalam riset tersebut adalah Imelda Sanita Sitorus, Royando Cibro, Damaris Mutiara Silalahi, Arikatun Hasanah, dan Daniel Dermawan dibawah bimbingan ibu Yossie Kharisma Dewi, S.TP., M.P. Mereka merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Pertanian Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Riau.
PKM merupakan salah satu program yang diselenggarakan KEMENRISTEKDIKTI untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa di Indonesia khususnya dalam bidang riset dan teknologi. Melalui serangkaian kegiatan yang inovatif dan bermanfaat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan hasil riset ini dapat diterapkan pada masyarakat luas.
“Kami berharap melalui program ini dapat berdampak positif dan bisa menjadi acuan riset selanjutnya dan bisa menambah pengetahuan kepada masyarakat untuk selalui waspada terhadap makanan yang akan dikonsumsi khusunya ikan,” ujar Imelda selaku ketua tim PKM-RE Teknologi Pertanian.
Lebih lanjut Imelda menjelaskan bahwa bahan kulit jantung pisang dipilih sebagai bahan utama untuk riset ini karena kulit jantung pisang belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan kulit jantung pisang tersebut mengandung antosianin yang berpotensi sebagai indikator kerusakan ikan patin selama penyimpanan.
“Kami memilih kulit jantung pisang karena kulit jantung pisang ini belum dimanfaatkan secara optimal dan kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai sayur untuk dikonsumsi. Selain itu, kami membaca hasil penelitian yang menyatakan bahwa kulit jantung pisang mengandung senyawa antosianin yang bisa menjadi indikator untuk mendeteksi kesegaran ikan patin sendiri.
Dengan memanfaatkan limbah tersebut, diharapkan dapat tercipta inovasi produk baru untuk perkembangan ilmu pengetahuan yang memiliki nilai tambah,” jelas Imelda.

Sementara itu, Dosen Pembimbing PKM-RE Teknologi Pertanian, Yossie Kharisma Dewi, S.TP., M.P , berharap bahwa program ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama bangu kuliah.
“Saya berharap kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa khususnya dalam bidang riset dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat luas. Semoga program ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah,” tutur Yossie.
Dengan demikian, diharapkan program ini dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa untuk selalu berinovasi dan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat luas. Penulis: Royando Cibro***


