Senin, Juli 15, 2024
BerandaHeadlineMUI Pekanbaru Sosialisasikan 10 Kriteria Aliran Sesat di Masjid AL-Mukminin

MUI Pekanbaru Sosialisasikan 10 Kriteria Aliran Sesat di Masjid AL-Mukminin

Pekanbaru (Nadariau.com) – Mengantisipasi maraknya aliran sesat yang menyimpang dari syariat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru sosialisasikan 10 Kriteria Aliran Sesat di Masjid AL-Mukminin, Jalan Amal, Perum Bumi Tangor Lestari, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Jumat (05/07/2024) malam, sekitar pukul 07.00 Wib.

Kegiatan sosialisasi yang digelar ba’da Magrib ini dihadiri Ketua MUI Kota Pekanbaru, Prof Akbarizan, Sekretaris MUI Kota Pekanbaru Dr Erman Gani, Ketua MUI Kecamatan Kulim, Dr Miftahurahman, Sekretaris MUI Kecamatan Kulim, Riski Fadilah, Ketua RW 08 Hendri You Super, seluruh Ketua RT RW O8, Ketua Masjid AL-Mukminin Ustad Muhsin serta pengurus dan Jamaah Masjid AL-Mukminin.

Dalam ceramahnya, Sekretaris MUI Kota Pekanbaru Dr Erman Gani mengatakan, ada 10 kriteria aliran sesat di Indonesia yang telah ditetapkan MUI setelah melalui kajian yang mendalam dan matang diantarannya, Satu, mengingkari salah satu ataupun semua Rukun Islam dan Rukun Iman.

Kedua, meyakini dan mengakui aqidah yang tidak sesuai dengan dakul syar’i.

Ketiga, mengaku menerima wahyu sesudah turunnya Alquran.

Keempat, Meragukan sebagian isi Alquran tidak orisinil dan merupakan rekayasa dari Nabi Muhammad SAW, bukan dari Allah SWT.

Kelima, menafsirkan Alquran tidak sesuai kaedah, diantaranya memahami Alquran hanya dari terjemahannya saja.

Keenam, alirannya mencaci dan menghina nabi-nabi Allah.

Ketujuh, mengingkari hadist sebagai sumber hukum setelah Alquran.

Kedelapan, mengakui masih ada nabi setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.

Kesembilan, merubah pokok pokok ajaran agama

“Dan yang terakhir, mengkafirkan muslim lain karena bukan kelompoknya,” kata Erman Gani.

Meski ada ditemukan kriteria tersebut di Masyarakat, umat Islam tidak bisa serta merta mengatakan aliran atau ajaran tersebut sesat tanpa melakukan kajian dan mentelaah secara mendalam.

“Namun, apabila menemukan 10 kriteria tersebut dilingkungan kita segera laporkan ke Kantor MUI setempat agar bisa segera ditindak lanjuti,” kata Erman Gani.

Erman Gani menjelaskan, dari hasil telaah pihak MUI Pekanbaru, penyebab utama berkembangnya aliran sesat dengan pengikut yang cukup banyak, tak lepas dari faktor ekonomi dan kurang pahamnya masyarakat dengan ilmu agama.

“Background aliran sesat ini banyak diikuti masyarakat yang tidak begitu paham agama, serta sebagian besar dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi,” kata Erman Gani.

Erman Gani menyebutkan, pembawa aliran sesat terkadang tidak mampu membaca Alquran dan hadis dengan baik dan benar, namun sering mengaku sebagai orang benar dan suci dengan menyalahkan dan merendahkan orang lain.

“Aliran sesat biasanya tak terlepas dari motif politik dan pengaruh sosial, syahwat terselubung, keuntungan materi ataupun kesombongan dan sikap fanatisme yang berlebihan,” kata Erman Gani.

Untuk itu MUI Pekanbaru mengimbau kepada umat Islam agar teliti dan waspadai pembawa aliran sesat dan meragukan yang cenderung mengabaikan ilmu agama dan tidak menghormati ulama.

“Jangan kita tinggalkan agama karena banyak yang palsu, tetapi selalu berusaha untuk meningkatkan ilmu dan keimanan dalam beragama agar tak mudah tertipu walaupun banyak yang palsu,” imbau Erman Gani.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Pekanbaru, Prof Akbarizan dalam sambutannya mengatakan untuk tahun 2024 ini MUI Kota Pekanbaru mengadakan safari dakwah keliling ke 150 Masjid yang ada di Kota Pekanbaru.

“Tiap kecamatan mensosialisasikan kriteria aliran sesat ini ada 10 titik, untuk Kecamatan Kulim ini titik yang ketiga,” kata Akbarizan.

Hal ini dilakukan, lanjut Akbarizan, untuk mengantisipasi maraknya isu dan fenomena aliran sesat di Kota Pekanbaru.

“Untuk itu MUI mengajak umat Islam untuk lebih bersikap waspada terhadap semua bentuk penyesatan, baik berseragam agama atau berkedok kegiatan sosial,” tutup Akbarizan.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isa berjamaah dan ditutup dengan makan malam bersama pengurus dan Jamaah Masjid AL-Mukminin.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer