Sabtu, Januari 31, 2026
BerandaParlementariaCarut Marut Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2024 di Kuala Lumpur

Carut Marut Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2024 di Kuala Lumpur

Kuala Lumpur Nadariai.com– Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kuala Lumpur dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diadakan di PWTC Kuala Lumpur pada tanggal 8 Maret 2024 menuai beragam masalah dan kontroversi seperti yang dilaporkan oleh petugas pelaksana PSU Muhammad Denny kepada nadariau.com . “Acara yang seharusnya di mulai pukul 14.00 MYT mundur pukul 18.30 MYT dan selesai pd pukul 23.30 MYT. Hal ini sering terjadi di setiap kegiatan acara PPLN KK,” Ujar Denny.

Hal lain yang menjadi sorotan Denny adalah adalah mengenai rekrutmen petugas KPPSLN KL yang tidak transparan. Menurut sumber-sumber dari petugas KPPSLN KL, banyak petugas yang di rekrut adalah ‘orang dalam’ KBRI dan pihak asistensi serta teman2 dekat dari pihak asistensi kampus tertentu. Sehingga banyak menimbulkan protes dari petugas KSK. Nama-nama petugas KSK yang sebelumnya telah di verifikasi oleh KPU Pusat dan kesediannya untuk menjadi petugas KSK PSU tiba-tiba menghilang dan dipindahkan menjadi petugas ketertiban. Bahkan ada beberapa petugas yang menolak menjadi kppsln psu Kuala Lumpur namanya keluar dalam rilis sebagai petugas. Hal ini membuat semakin carut marutnya dan tidak professionalnya dalam perekrutan Ini.

“Selain itu pembayaran honor yang bermasalah mulai dari tertukarnya uang honor ketua dan anggota bahkan ada yang belum dibayarkan,” ujar Denny

Hal lain yang menjadi sorotan Denny adalah tidak transparannya nominal uang SPPD, uang BIMTEK ke 2 dan uang tungsura yang sampai saat ini belum dibayarkan seperti yang ditanyakan oleh salah satu petugas KPPSLN asal pada sesi tanyajawab BIMTEK.

“Jawaban tidak jelas yang diberikan oleh KPU Pusat ini mulai ramai di bicarakan di group-group whatsapp yang dibentuk oleh petugas KPPSLN karena tersumbatya informasi dari pihak PPSLN yang bersifat satu arah. Mengacu pada PMKN No.49 tahun 2023 dan KKPU No.53 tahun 2023 seharusnya ada anggaran uang SPPD untuk setiap KPPSLN yang bertugas sebagai KSK iaitu sebesar USD244 Orang per Hari (OH),” Tambah Denny

hal senada disampaikan oleh Dedi Iskamto, petugas KSK,  yang merasa heran karena setelah pemungutan suara bulan februari lalu yang dilakukan di daerah Terengganu, baru sekarang diinformaasikan akan dibayarakan dan wajib datang ke KL padahal mereka semua sudah pulang ke kediaman masing-masing dan tidak mudah untuk datang ke KL karena harus cuti dan mengeluarkan biaya untuk berangkat.

Acara Pelantikkan PSU sendiri secara daring ini langsung dipimpin oleh ketua KPU Hasyim Asy’ari dan dilanjutkan dengan BIMTEK bagi petugas KPPSLN. Acara ini turut dihadirkan secara luring di Kuala lumpur oleh komisioner dan anggota KPU Idham Holik, Mochammad Afifuddin, dan Yulianto Sudrajat serta Deputi Bidang Dukungan Teknis Setjen KPU Eberta Kawima, Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan dan Kapuslatlitbang Wahyu Yudi Wijayanti

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer