Rokan Hilir, Nadariau Com – Dinas lingkungan hidup (DLH)Kabupaten Rokan Hilir, kembali melakukan berbagai persiapan jelang penilaian kota bersih Se Provinsi Riau di bulan Februari Tahun 2024 ini.
” Hal ini bentuk komitmen serius untuk kembali mempertahankan predikat sebagai kota terbersih SE provinsi Riau,” kata Kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Rokan Hilir, Suwandi S,Sos kepada wartawan.
Kata Suwandi, dalam penilaian tersebut ada 27 titik pantau yang akan dilakukan penilaian oleh Tim penilai.
Suwandi juga menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai persiapan dalam rangka untuk penilaian kota bersih se provinsi Riau di bulan Februari ini.
” Insya Allah nanti kota Bagansiapiapi kembali akan dikunjungi oleh tim penilai dari dinas lingkungan hidup dan kehutanan provinsi Riau, dan untuk penilaian kota bersih, itu penilaiannya sama, baik itu kota bersih maupun Adipura, dan kami telah menyiapkan ada 27 titik pantau untuk dilakukan penilaian nanti,” Jelas Suwandi.
Suwandi juga menuturkan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh Staf, mulai dari pejabat struktural, Fungsional P3K, PTT dan pengawas.
” Mulai hari ini dan sampai nanti pada saat Penilaian agar memantau titik titik yang kita jadikan lokasi untuk penilaian nanti seperti, dipasar datuk Rubiah, Rumah sakit daerah Doktor Pratomo, puskesmas, sekolah dan perkantoran, termasuk juga jalan, TPA dan lain sebagainya.” ujarnya.
Pada umumnya lanjut Suwandi, titik pantau yang sediakan pihaknya sama dengan yang sudah-sudah.
Dia berharap di tahun 2024 ini hasil yang diperoleh sama dengan sebelumnya, di tahun 2022 dan 2023, lalu bisa meraih sebagai kota terbersih.
” Mudah mudahan tahun ini kembali bisa meraih untuk yang ketiga kalinya dalam mempertahankan predikat penghargaan terbaik tersebut.” Harapnya.
Suwandi mengajak kepada masyarakat kecamatan Bangko melalui camat, lurah dan penghulu untuk membantu kegiatan tersebut dalam menjaga lingkungan, terutama dilingkungan rumah masing- masing dengan tidak membuang sampah sembarangan.
” Dan juga mulai mendata kembali sampah sampah yang dihasilkan itu jangan semuanya dibuang ke TPA tapi yang masih mempunyai nilai ekonomi agar bisa didaur ulang, dipakai kembali dan sebagainya sesuai dengan himbauan yang kita sampaikan beberapa waktu yang lalu,” tutupnya.(hmh / Said)***


