Selasa, Februari 24, 2026
BerandaHeadlineDiluar Nalar, Bocah TK di Pekanbaru di Lecehkan Teman Sekelas

Diluar Nalar, Bocah TK di Pekanbaru di Lecehkan Teman Sekelas

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sungguh diluar nalar yang dialami seorang bocah laki-laki di Kota Pekanbaru ini. Dimana ia yang masih berusia 5 tahun diduga menjadi korban tindak kekerasan seksual oleh teman sekolahnya seindiri yang masih duduk dibangku Sekolah Taman Kanak-kanak (TK).

Terlebih, setelah dua bulan berlalu pihak sekolah dan pelaku seakan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang dialami sang putra.

Kepada media, orang tua korban yang berinisial DF ini menceritakan bahwa kasus tersebut terjadi pada bulan November 2023 lalu di salah satu TK di Pekanbaru. Dihadapan orang tuanya korban yang masih berusia 5 tahun mengaku telah dilecehkan oleh teman sekelasnya saat guru tidak ada ditempat.

DF menjelaskan bahwa dirinya telah mendatangi pihak sekolah untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak sekolah justru terkesan mengabaikan kasus tersebut bahkan melindungi pelaku.

“Baik pihak sekolah maupun dari keluarga pelaku tidak ada itikad baik menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, DF dan istri mengaku juga mendapat tekanan dan ancaman dari pihak sekolah. Bahkan istrinya sempat mengamuk di sekolah karena merasa tidak puas dengan penanganan kasus tersebut.

Usai tak menemukan penyelesaian, ia dan istri juga mengadu ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Pekanbaru.

Namun, proses mediasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Orang tua pelaku tidak mau bertanggung jawab dan justru menantang untuk melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.

Orang tua korban pun akhirnya membuat laporan polisi ke Polsek Tampan. Laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap korban dan orang tua korban.

“Kami berharap kasus ini dapat ditindaklanjuti secara serius. Laporan kami tercatat nomor LP/B/1052/XII/2023/SPKT/POLSEK TAMPAN/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU,” ungkap DF.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Sekolah TK tersebut, Pinkan Lilis Setiawati yang dihubungi mengaku saat ini sedang di luar kota. Terkait kasus itu setahu dirinya sudah ada kesepakatan mediasi antara orang tua korban dan pelaku di unit PPA Pekanbaru.

“Setahu kami hasil visumnya baik-baik saja, terkait adanya dugaan perbuatan yang mengarah kepada pelecehan seksual itu yang kami pahami konteknya bermain dan tidak ada yang mengarak kesitu,” katanya.

Lebihlanjut, Pinkan Lilis Setiawati menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan banyak upaya seperti memindahkan anak dan lain sebagainya.

“Mungkin orang tua masih ada yang belum merasa puas, tapi kalau dari kami seharusnya sudah selesai karena sudah di mediasi di Unit PPA,” ungkapnya

“Setahu kami rekomendasi dari PPA itu meminta orang tua untuk lebih mengedukasi anak karena ini sifatnya ke individunya. Untuk diketahui dalam SOP sekolah kami anak-anak ada guru pendampingnya dan anak pun kalau izin ke wc hanya satu-satu dan itupun tetap diawasi,” jelasnya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa masih ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Pihak sekolah dan orang tua pelaku seharusnya turut bertanggung jawab atas pemulihan korban.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer