Pekanbaru (Nadariau.com) – Puluhan guru SMA dan SMK seluruh Provinsi Riau, Kamis (02/11/2023) pagi, sekitar pukul 10.00 Wib, mengikuti Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkenalan Kurikulum muatan lokal gambut dan mangrove yang digelar Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia (RI) di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru ini, dibuka langsung oleh Kabid Guru dan Tenaga Pendidikan Disdik Riau, Dasril dan dihadiri Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI, Dr Suwignya Utama, serta tamu undangan lainnya.

Kabid Guru dan Tenaga Pendidikan Disdik Riau, Dasril mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari loncing di Gedung Daerah Balai Serindit kemaren.
“Kegiatan ini merupakan perintah dari bapak Gubernur Riau agar menindak lanjuti program kurikulum yang di loncing kemaren kepada guru-guru SMA maupun SMK yang ada di Riau,” kata Dasril usai acara.
Dasril menambahkan, kegiatan ini diikuti kurang lebih 80 orang guru perwakilan dari kabupaten dan kota yang ada di Riau.
“Masing-masing kabupaten kota mengutus 2 orang guru setiap SMA maupun SMK yang ada di daerahnya, kecuali Rohul yang tidak hadir dalam acara Bimtek ini,” ungkap Dasril.
Harapannya, tambah Dasril, para guru-guru yang mengikuti Bintek ini bisa segera menyebarluaskan ilmu terbarukan terkait gambut dan mengruve ini kepada murid-murid di sekolahnya masing-masing.
“Karna kurikulum muatan lokal ini dalam waktu dekat akan segera kita terapkan ke SMA-SMA maupun SMK yang ada di Riau,” kata Dasril.
Sementara, Dr Suwignya Utama, Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI mengatakan, pihaknya dalam hal ini menyambut baik apa yang dilakukan pihak pemprov Riau.
“Untuk itu dalam Bimtek ini pihaknya menyediakan berbagai fasilitas termasuk tenaga ahli agar ilmu yang akan di sampaikan ke murid-murid bisa tepat guna,” kata Suwignya.
Seperti diketahui sebelumnya, Guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak dini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia (RI), Rabu (01/11/2023) pagi, sekitar pukul 09.00 Wib, meluncurkan kurikulum muatan lokal gambut dan mangrove dalam kurikulum pembelajaran SMA se-derajat di Gedung Daerah Balai Serindit, Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, modul untuk muatan lokal gambut dan mangrove akan diberikan kepada guru di tiap sekolah agar dapat menyampaikannya ke murid.
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman agar para siswa memiliki rasa peduli dan tanggungjawab dalam menjaga ekosistem gambut serta mangrove.
“Saya harap hal ini mampu disosialisasikan dengan semua Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota di Riau. Sehingga tak hanya SMA, namun SD dan SMP juga dapat memahami gambut dan mangrove sedari dini,” kata Syamsuar kepada awak media.
Sementara, Deputi Bidang Kontruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRGM, Tris Raditian mengatakan, melalui modul yang telah disusun siswa diharapkan tak hanya sekedar memahami, namun juga mencintai lingkungan.
Terlebih lagi Provinsi Riau tahun ini dinilai baik dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Dengan muatan lokal yang disampaikan sedari dini ini membuat kita lebih aware sehingga kedepannya bisa lebih terkendali lagi,” kata Tris Raditian.
Tris Raditian menambahkan, nantinya guru yang ditunjuk untuk memberikan muatan lokal akan diberikan bimbingan teknis (Bimtek) sebelum menyampaikan ke murid-muridnya.
“Ada Bimtek. Dibimbing langsung dari BRGM,” tutup Tris.(sony)


