Kamis, Maret 12, 2026
BerandaHeadlineGegara Kunci Mobil, Ketua DPC SAS Pekanbaru Laporkan Dua Warga ke Polresta...

Gegara Kunci Mobil, Ketua DPC SAS Pekanbaru Laporkan Dua Warga ke Polresta Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ketua DPC Sulit Air Sepakat (SAS) Pekanbaru, Aidil Fitsen SH di dampingi Pengurus, melaporkan Jhon Hendrik dan Don Marshal ke SPKT Polresta, Kamis (19/10/2023) sekitar pukul 22.00 Wib, dengan Nomor Laporan Polisi, LP/153/X/2023/SPKT/POLRESTA PEKANBARU/ POLDA RIAU, 19 Oktober 2023, dugaan tindak pidana kejahatan terhadap kemerdekaan orang, Pasal 335 KUH.Pidana.

Aidil melaporkan dua warga SAS tersebut lantaran keduanya melakukan penyerangan, pengancaman dan penghinaan pribadi profesinya ‘Advokat’ dengan mengeluarkan kata-kata hina dan kotor terhadap dirinya yang terjadi didepan Masjid Gunung Merah Jalan KH. Wahid Hasyim Pekanbaru usai melaksanakan sholat Zuhur, Kamis (19/10/2023) siang.

Bukti Laporan

Aidil menjelaskan, kejadian berawal ketika Ia mendapatkan informasi dari warga SAS bahwa mobil operasional DPC SAS Pekanbaru Rodanya di lepas oleh orang. Kemudian, Ia menuju Masjid Gunung Merah dan sampai di lokasi sekitar pukul 11.40 Wib untuk sholat zhuhur dan sekaligus bersilaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Warga SAS Kota Pekanbaru.

“Saya dapat informasi dari warga, Ban Mobil LUXIO (Mobil Operasional DPC SAS Pekanbaru) dibuka atau dilepas oleh orang lain. Karena hal itu, saya langsung menuju Komplek Masjid Gunung Merah untuk melihat kondisi mobil itu sekaligus melaksanakan sholat zhuhur dan ingin bersilaturahmi dengan H. Ali Sabri serta warga SAS di komplek Masjid,” ungkap Aidil kepada RiauLapor.com, Jum’at (20/10/2023).

Selanjutnya kata Aidil, ketika selesai melihat kondisi Mobil dan berdiskusi dengan warga SAS Pekanbaru, Kemudian Ia bersama istri dan saksi Irwanto (Pengurus SAS) pergi meninggalkan Masjid. Namun tiba-tiba dipanggil dengan suara keras dan diserang oleh beberapa orang.

“Saya dipanggil dengan suara keras oleh orang yang bernama Jhon Hendrik dan Don Marshal (Terlapor) sambil berteriak dan marah-marah serta mendekat untuk menyerang saya. Alhamdulillah kejadian tersebut dilerai oleh warga,” kata Aidil.

“‘Tolong ang agiahkan iunci oto Luxio baliak, karena ang ndak punyo hak menahan kunci, itu hak warga, ndak ado piti ang masuak di oto Tu, ang bukan warga gunung merah, aden pengurus SAS,’ (Tolong serahkan kunci mobil, karena kau tidak punya hak menahan kunci, tidak ada duit kau membeli mobil itu, kau bukan warga gunung merah, aku pengurus SAS)’. begitu pula Don Marshal, menyerang dan marah-marah dengan kata-kata tak patut meminta kunci mobil dan mengancam saya, ‘Ang bisa dikeroyok warga siko, Ang indak warga siko’, (Kau bisa dikeroyok warga sini, kau bukan warga sini),” kata Aidil menirukan perkataan terlapor saat menyerangnya.

Saat kejadian tersebut, kata Aidil, dirinya tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan permasalahan, hingga akhirnya keributan di lerai oleh warga dan diselesaikan di dalam masjid bersama saudara Ali Sabri, ketua RW Dasmon, dan ketua Masjid.

“Saat bermusyawarah didalam masjid, saudara Jon Hendrik masih penasaran ingin memukul saya. Saya meminta saudara Jon jangan ikut berunding karena akan menambah ribut suasana nantinya,” ulas Aidil lagi.

Atas kejadian tersebut, kata Aidil, pihaknya merasa terancam, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru agar dapat diproses secara hukum.

Selain itu, Aidil juga menyampaikan permohonan maafnya kepada warga SAS Pekanbaru atas kegaduhan tersebut.

“Saya atas nama keluarga besar dan pengurus yang telah di pilih oleh warga SAS, sekali lagi mohon maaf atas kejadian tersebut, semoga Allah SWT memberikan petunjuk untuk kebaikan dengan niat yang baik,” tutupnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar dan laporannya sedang kita selidiki,” kata Kasat Reskrim.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer