Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaIndeksHukrimRatusan Pengunjung Mall SKA Antusias Melihat Pameran Karikatur Bertajuk Politik yang Ditaja...

Ratusan Pengunjung Mall SKA Antusias Melihat Pameran Karikatur Bertajuk Politik yang Ditaja Sespim Lemdiklat Polri

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ratusan pengunjung Mall SKA Pekanbaru sangat antusias melihat pameran karikatur yang ditaja oleh Sespim Lemdiklat Polri, di Atrium Mal SKA Pekanbaru, Sabtu (16/09/2023) pagi, yang dimulai sejak pukul 09.00 Wib, hingga pukul 21.00 Wib.

Pemeran karya seniman yang menampilkan beragam sudut pandang menyambut masa politik 2024 ini dipajang disepanjang Atrium Mall SKA tersebut.

Pameran karya seniman-seniman nasional yang diinisiasi oleh Irjen Prof. Chryshnanda DL ini bertajuk “Gitu Aja Kok Repot, Politik Mesem, Adem Ayem”, sebagai refleksi para seniman terhadap penyelenggaraan pesta demokrasi.

Bagaimana menyikapi politik dengan santai dan ringan melalui gambar karikatur atau kartun, serta memberikan kesejukan di tengah masyarakat, pada awal tahun politik menjelang Pemilu 2024.

Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwi Laksana M.Si mengatakan, pameran ini merupakan suatu refleksi dari para seniman kartunis, karikaturis.

Di antaranya ada GM Sudarta, Pramono R Pramoedjo, Itok Isdiyanto, Thomas Lionar, Non-o (Sudi Purwono), Anwar Rosyid dan Gatot Eko Cahyono (Gatote).

Mereka merupakan seniman dari penjuru tanah air, yakni dari Jakarta, Kalimantan, Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Karya-karya mereka walaupun ada yang lama dan yang baru, tapi semua mengingatkan kita di era menjelang pemilu tahun 2024 perlu ada suatu kesepakatan bersama, bahwa pemilu merupakan pesta budaya dalam masyarakat yang demokratis untuk suksesi kepemimpinan,” kata Irian Chryshnanda dalam keterangan persnya Sabtu (16/09/2023).

Melalui pameran ini diharapkan anak bangsa agar selalu mesem dan politiknya adem ayem, sebagaimana tajuk yang diangkat dalam pameran tersebut.

“Sesama anak bangsa tetaplah selalu mesem dan politiknya adem ayem. Artinya, tidak ada anarkisme dan kita saling mencintai, saling bangga sebagai anak bangsa, karena kita bersaudara,” pungkasnya.

Salah satu pengunjung pameran, Nanda mengatakan, pameran ini sangat bermanfaat bagi remaja untuk melihat karya seni. Apalagi, tahun ini adalah tahun politik.

“Pameran ini sangat bagus untuk remaja dalam hal mempelajari karya seni yang menggambarkan budaya dan situasi politik di Indonesia saat ini,” kata Nanda.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer