Pekanbaru (Nadariau.com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau menampilkan pagelaran seni budaya lintaa agama, di Hotel Furaya Pekanbaru, Selasa (22/8/2023).
Kegiatan ini bertemakan ‘Perkokoh Harmonisasi Umat Beragama di Provinsi Riau’. Sementara pagelaran ini bertujuan untuk merajuk keharmonisan antar umat beragama dalam meningkatkan kebersamaan di Riau.
Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution mengatakan, 87 persen penduduk di Provinsi adalah beragama Islam. Dalam Islam sudah ditanamkan sifat toleransi dan kebersamaan dalam hidup perbedaan.
“Hingga saat ini saya tidak ingin ada orang yang memainkan isu agama atau suku untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Jika ada diketahui, maka harus kita tindak tegas secara bersama – sama,” kata Edi Natar.
Edi Natar menjelaskan, hidup dalam perbedaan itu harus dibiasakan. Jangan perbedaan itu menyebabkan perpecahan. Mari tetap dijaga keharmonisan antar umat beragama di Riau.
“Jangan jadikan kegiatan lintas agama ini sebagai kegiatan tahunan. Namun keharmonisan ini harus kita inplementasikan dari diri kita masing – masing hingga seluruh umat beragama di Riau,” Jelas Edi Natar.
Ketua FKUB Riau KH Abd Rahman Qaharuddin MA mengatakan, kegiatan pagelaran seni lintas agama bertujuan untuk menanamkan nilai budaya kepada generasi penerus bangsa. Sehingga mereka bisa tetap melestarikan kedepan.
Kemudian, kegiatan seni ini juga bertujuan untuk menggali nilai – nilai luhur seni di Indonesia. Supaya seluruh seni terus tumbuh dan hidup sampai di jiwa generasi muda.
“Sebelumnya kita (FKUB) sering mengadakan dialog lintas agama. Namun saat ini kita mengadakan pagelaran seni dari agama yang berbeda untuk merajut keharmonisan. Kemudian kegiatan ini tetap akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kebersamaan di Riau,” kata KH Abd Rahman. (alin)


