Pekanbaru, Nadariau Com – Tim Pengabdian FK UNRI bersama dengan Mahasiswa Kukerta Integrasi Universitas Riau melaksanakan penyuluhan mengenai stunting dengan tema Optimalisasi Pencegahan Balita Stunting di Desa HangTuah Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar, Minggu 06 Agustus 2023, kemaren.
Penyuluhan tersebut ditujukan kepada masyarakat Desa HangTuah terutama untuk ibu hamil dan ibu menyusui serta diselingi pelatihan para ibu-ibu kader Desa HangTuah, agar tidak terlambat mendeteksi stunting sejak dini.
Dosen pembimbing lapangan (DPL) FK UNRI Ridha Restila, M.KM didampingi ketua pengabdian FK UNRI dr. Suyanto, MPH., Ph.D melalui ketua kelompok KKN FK UNRI M . Alif Dzakwan mengatakan, bahwa Penyuluhan yang di lakukan pihaknya itu dikarenakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka stunting di Kabupaten Kampar selama 3 (Tiga) tahun terakhir 2019, 2020 dan 2021 menunjukkan bahwa terjadi penurunan prevalensi stunting dari 32,99 % (tahun 2019) , pada tahun 2020 prevalensi 23,07% , dan pada tahun 2021 terjadi peningkatan prevalensi yaitu 25,7 %.
” Namun Peningkatan prevalensi ditahun 2021 setelah di evaluasi kasus stunting menurun menurut jumlah anak. Dan salah satu Desa di Kabupaten Kampar yaitu Desa HangTuah sebanyak 41 kasus dan penyebab dari stunting di desa ini adalah faktor pola pengasuhan yang kurang baik,” ucapnya kepada media ini Senin 07 Agustus 2023.
M . Alif Dzakwan juga mengungkapkan
Penyuluhan terkait pencegahan stunting adalah salah satu cara dalam pemberian edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui untuk mencegah terjadinya peningkatan kejadian stunting. Materi penyuluhan diberikan oleh dr. Suyanto, MPH.,P. hD. , dr. Zulharman, M. Med.Ed. dan Dr. dr. Sri Wahyuni, M. Kes.
” Kegiatan ini dihadiri oleh ibu hamil dan ibu menyusui serta ibu-ibu kader Desa HangTuah. Ibu-ibu diberikan edukasi mengenai stunting, penyebab, dan pencegahannya, serta diberikan sembako untuk meningkatkan gizi ibu hamil dan ibu menyusui,” jelasnya.

Selain itu, kata Alif, ibu hamil, ibu menyusui juga mendapatkan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan puding kelor. Puding kelor sendiri merupakan inovasi dari Mahasiswa Kukerta Integrasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Bu Ridha Restilla, M.KM.
Menurutnya makanan tambahan yang diberikan pihaknya itu kepada ibu hamil dan ibu menyusui untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa selain untuk jadi sayur, kelor juga bisa diolah menjadi makanan alternatif lain seperti puding dimana sudah banyak riset membuktikan bahwa mengkonsumsi kelor bisa mencegah stunting.
” Antusiasme masyarakat dilihat dari ibu meyusui, Ibu hamil dan ibu kader yang aktif bertanya terkait materi yang disampaikan mengenai stunting,” paparnya.
Disamping itu, tak lupa juga untuk menunjang pemeriksaan di posyandu Desa HangTuah, Tim Pengabdian FK Unri memberikan hibah berupa Antropometri Kit kepada Ketua Posyandu Sehat Abadi, Ibu Trina Etika dan kepada Ketua Posyandu Sehat Sejahtera, Ibu Eny Puji Rahayu.
” Diharapkan dengan pemberian hibah berupa antropometri kit tersebut, ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita yang memiliki risiko stunting sejak dini dapat terdeteksi sejak dini agar tidak berkelanjutan dikemudian hari,” tandasnya.(Said)***


