Pekanbaru (Nadariau.com) – Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan (AMPP) menggelar aksi di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, terkait PPDB di tingkat madrasah di kota Pekanbaru agar terhindar dari Pungli (Pungutan Liar) hal ini, Rabu (31/5/2023).
Ketua Edi Novandri mengatakan, AMPP meminta Kemenag Pekanbaru agar transparan jumlah dalam penerimaan peserta didik. Baik di MTSN maupun MAN yang akan ditampung sesuai kuota PPDB.
“Namun dalam pertemuan sangat disayangkan Kemenag sendiri tidak mengetahui jumlah peserta didik baru di sekolah. Dengan alasan itu kewenangan sekolah. Tentunya ini yang akan kami kawal dan akan kita suarakan lagi di Kantor Kemenag Pekanbaru kedepan,” kata Edi.
Untuk mempertegas dan mendapat jawaban jumlah yang diterima saat PPDB di madrasah sehingga sekolah tidak ada celah dalam bermain maupun menjual beli bangku sekolahm Jika perlu AMPP akan bawa Kemenag untuk mengecek ke sekolah – sekolah. Apakah ada penambahan siswa usai PPDB yang biasa di sebut siswa siluman jika itu terjadi patut diduga terjadi jual beli bangku sekolah.
“Dan terkait jual beli bangku sekolah dilingkungan madrasah di Pekanbaru ini angkanya cukup besar. Sehingga ini bisa merusak sistim pendidikan kedepan,” ujar Edi. (tim)


