Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaHeadlineKorban Penipuan Proyek di Disdik Pelalawan Mendatangi Polresta Pekanbaru

Korban Penipuan Proyek di Disdik Pelalawan Mendatangi Polresta Pekanbaru

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sekelompok orang yang menjadi korban penipuan terkait kerjasama proyek di Dinas Pendidikan Pelalawan mendatangi Polresta Pekanbaru Kamis pada pukul 20.30 Wib malam. Tujuan mereka mendatangi untuk membuat laporan penipuan tersebut.

“Tujuan kami mendatangi Polresta malam hari ini karena kami sudah dapat informasi secara utuh sore tadi, bahwa uang proyek di Dinas Pendidikan itu sebenarnya sudah dibayarkan Pemda pelalawan tahun 2022, sebanyak 100 persen, namun pelaku tidak ada melaporkan kepada kami. Maka untuk tidak membuang waktu saya bersama teman – teman korban penipuan membuat laporan di Polresta, karena transaksi uangnya di Pekanbaru,” kata Salah seorang korban Penipuan Nanang.

Sebelumnya, para korban sudah berkoordinasi dengan Kadisdik dan BPKAD Pelalawan. Mereka mengatakan proyek yang di maksud sudah dicairkan 100 persen oleh Pemda palelawan kepada perusahan pelaksana dan Rizki (pelaku ) selain kontraktornya beliau tidak lain merupakan keponakan Kadisdik Pelalawan.

Lanjut Nanang saya sebagai donatur dalam proyek tersebut telah mengucurkan dana sebesar Rp121 juta dengan komitmen 50 persen keuntungan untuk saya dalam satu proyek dan itu ada 2 proyek.

Namun setelah habis tahun 2022 sebagaimana proyek itu dijalankan, sampai saat ini jangankan untung modal yang ditanam saja tidak dikembalikan pihak yang menjalankan proyek.

Awalnya, Nanang mengaku sangat tertarik menjadi investor proyek yang dikerjakan Rizki. Karena pelaku itu keponakan seorang Kadis Pendidikan tempat proyek itu di kerjakan. Sehingga diyakini proyek akan berjalancar seperti yang diharapkan.

Namun kenyataan malah sebaliknya, pelaku tidak melaporkan bahkan tidak mengembalikan uang para korban sebagai investor. Selain investor, uang gaji tukang juga tidak lunas dibayarkan.

“Untuk itu, kami sepakat untuk membuat laporan polisi, supaya kasus ini diproses sesuai hukum berlaku. Namun karena kami sampai sudah larut malam, maka pihak Polresta menyarankan datang lagi membuat laporan pada pagi Jumat. Setelah kami bersepakat, maka besok kami akan ke Polresta lagi,” jelas Nanang. (olo)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer