Pekanbaru (Nadariau.com) – Forum Mahasiswa Peduli Rohil (FMPR) meminta Bupati Rohil mencopot Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Rohil. Karena diduga masih lemah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala OPD.
“Saya menilai masih lemah karena diduga kadis ini tidak turun kelapangan hanya mendengar kaporan anak buah saja,” kata Ketua FMPR Akas Virmandi, Jumat (24/3/2023).
Hal ini lanjut Akas terkait adanya tindakan PT Supraco Indonesia sebagai pihak penyedia tenaga kerja untuk PT Sclumberger di Rohil yang diduga melanggar Perda no 8 tahun 2014 terkait tenaga kerja.
Berdasarkan daftar list tenaga kerja yang diajukan PT Supraco Indonesia diduga ditujukan kepada Disnakertrans Rohil dari 136 orang hanya satu orang warga Rohil. Dari data ini dilihat kalau sang Kadis tidak mengecek kelapangan hanya mendapat laporan saja, padahal jelas itu melanggar Perda no 8 tahun 2014 yang dibuat oleh Pemkab Rohil sendiri.
“Untuk itu kami mendesak Disnakertrans Rohil untuk memanggil Manajemen PT Supraco Indonesia untuk meminta kejelasan tenaga kerja yang disalurkan kepada PT Sclumberger, kenapa hanya satu orang warga Rohil dan jika Disnakertrans tidak menidak PT Supraco Indonesia kami menduga telah terjadi kongkalikong dengan Disnakertrans. Karena pengusaha sudah melanggar Perda yang di buat Pemda Rohil. Tapi Disnakertrans hanya cuma bisa diam,” ujar Akas.
Dan kepada Bupati Rohil kata Akas, diminta agar mencopot Kadisnakertran Rohil karena diduga, Kadis tidak paham Tupoksi sehingga mengabaikan Perda No 8 tahun 2014 dan tidak peka terhadap lingkungan. Dimana masih banyak penganguran di Rohil tapi justru Kadisnya malah menerima daftar list dari PT Supraco Indonesia tang diduga banyak tenaga kerja dari luar Rohil.
Sebelumnya pernah dilihat bahwa Kadisnakertran pernah beraudensi dengan PHR. Dalam audiensi ia meminta PHR agar memproritaskan tenaga kerja lokal. Menurut Akas itu hanya pencitraan dan cari panggung semata, biar terlihat bekerja dan agar juga terlihat beliau paham Tupoksi Disnakertrans.
“Namun setelah kami melihat list tenaga kerja PT Supraco Indonesia baru kami tahu kalau Kadis ini ternyata tak peduli dengan tenaga kerja lokal yaitu putra putri Rohil. Sehingga Kadisnakertrans layak untuk di copot oleh Bupati Rohil,” pinta Akas.
Sementara saat di konfirmasi melalui pesan singkat whatsApp Kepala Dinas Tenaga Kerja Rohil Asrul tidak menjawab terkait list pekerja PT Supraco Indonesia tersebut hingga berita ini di terbitkan. (olo)


