Pekanbaru (Nadariau.com) – Dalam menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan selalu berupaya agar program ini bisa berjalan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pesertanya yang membutuhkan layanan kesehatan.
Salah satu upaya tersebut diimplementasikan melalui Program Pendanaan Masyarakat Peduli Jaminan Kesehatan yang dikenal pula dengan nama Program Crowdfunding. Program ini melibatkan partisipasi masyarakat untuk menyokong peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja (PBPU/BP) atau peserta JKN mandiri yang memiliki tunggakan.
“Peserta-peserta JKN yang memiliki tunggakan dapat dibantu melalui program ini. Partisipasi program ini sesuai dengan kesanggupan donatur, bebas mau berapa pun jumlahnya. Nanti tinggal dihitung berapa orang peserta JKN yang dapat ter-cover tunggakannya dan jumlah bulannya melalui donasi tersebut. Bayangkan bila dari sekian peserta yang nonaktif karena iuran menunggak, bisa menjadi aktif kembali berkat donasi ini. Pasti sangat membantu mereka yang memang kondisi finansialnya sedang tidak baik, sehingga menunggak iuran JKN. Apalagi kalau ada yang sedang butuh pelayanan kesehatan. Karena sakit bisa datang kapan saja,” ungkap Nora pada Jumat (24/02/2023).
Senada dengan itu, Pimpinan Optik Citra, Hoveri Boumidien mengungkapkan pihaknya senang sekali bisa ikut berperan serta menyukseskan program ini. Ia paham betul bagaimana rasanya saat sakit namun masih harus kesulitan memikirkan biaya untuk berobat.
“Alhamdulillah kami diberi kesempatan ikut dalam Program Crowdfunding BPJS Kesehatan dengan membayarkan tunggakan dari peserta JKN. Harapannya bisa membantu mereka. Kebetulan ada sedikit rezeki, lalu kami pikir, kenapa tidak. Kenapa tidak kami gunakan untuk membantu mereka-mereka yang membutuhkan melalui program ini. Tujuan jelas, manfaat jelas, penerima manfaatnya pun jelas,” terang Hoveri.
Hoveri sering melihat lingkungan sekitarnya yang membutuhkan apalagi pasca terdampaknya Covid-19 bagi masyarakat menengah ke bawah. Kehidupan semakin sulit, bahkan tak jarang di antara mereka yang diputus hubungan kerjakan. Tentu kondisi ekonomi berdampak pula pada keterlambatan pembayaran Iuran BPJS Kesehatan. Sudahlah menunggak, tak bisa pula berobat saat sakit karena kondisi kepesertaannya tidak aktif. Kondisi itu pula yang membuat Hoveri tergerak hatinya untuk membantu sesama.
Sebagai salah satu provider BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan kacamata, Optik Citra sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan sejak 1996 yang saat itu masih PT Askes (Persero). Dan sejak bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, keuntungan menjadi mitra BPJS Kesehatan pun semakin meningkat.
“Kami semakin banyak menerima peserta JKN dari berbagai kalangan dan usia. Rata-rata per bulan ada 200-an peserta JKN yang ke Optik Citra untuk membuat kacamata. Terkadang juga kami menerima keluhan dari peserta JKN, seperti kacamata yang tidak cocok atau tidak nyaman saat digunakan. Biasanya penyebabnya karena peserta baru pertama kali menggunakan kacamata, sehingga masih butuh penyesuaian. Kami pun nanti akan membantu menjelaskan cara menggunakannya,” ujar Hoveri.
Menjadi mitra BPJS Kesehatan pun membuat Optik Citra sering mendapat pertanyaan-pertanyaan dari peserta JKN. Hal itu membuat Optik Citra harus siap dengan informasi-informasi dasar seputar Program JKN, seperti apakah di Optik Citra bisa menggunakan BPJS Kesehatan, prosedur mendapatkan kacamata, sampai penjelasan mengenai bantuan biaya berdasarkan kelas rawatan yang dipilih oleh Peserta JKN.
“Informasi-informasi mengenai BPJS Kesehatan dan cara mendapatkan kacamata pun kami paparkan ke peserta saat mereka bertanya. Di platform media sosial juga kami terbitkan pula info-info tersebut, sehingga peserta pun bisa mengakses media sosial kami,” ujar Hoveri. (mam)


