Pekanbaru (Nadariau.com) – LSM Baladika Adhyaksa Nusantara (LSM BAN) Riau mengecam dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum Anggota DPRD Rohil yaitu Dana Patra, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ketua LSM BAN Riau Muhajirin Siringo Ringo mengatakan, tindakan Dana Patra dianggap sudah sangat memalukan sebagai wakil rakyat Rohil. Karena yang jadi korban dugaan penipuannya seorang ustad( Baitul Izhar.)
“Saya berharap, sebagai partai yang berlandaskan Islam PPP yang menghantarkan dana Patra duduk di kursi wakil rakyat seharusnya bisa bersikap tegas. Karena oknum dewan tersebut telah melakukan dugaan penipuan kepada korbannya seorang ustad. Tentu perbuatan ini telah mencoreng nama baik partai,” kata Muhajirin, Rabu (8/2/2023).
Lanjut Muhajirin sejauh ini seperti yang diketahui dari media, Dana Patra sudah dilaporkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Rohil dan ke DPW PPP Riau oleh kelompok mahasiswa. Namun hingga saat ini tidak ada reaksi dari BK dan partai tersebut.
Disisi lain, kabarnya Dana Patra sudah ada mencicil uang yang disetorkan sebelumnya kepada ustad. Meski demikian, seharusnya BK dan partai harus bisa bersikap tegas terkait keluhan rakyat. Supaya kedepan tidak ada lagi anggota dewan yang mengobral proyek kepada rakyat dengan janji untung selangit namun ternyata penipuan.
Kemudian, dari informasi yang didapat, Dana Patra diduga juga jarang masuk kantor. Padahal beliau digaji untuk memperjuangkan nasib rakyat. Namun bagaimana dia bisa memperjuangkan nasib rakyat, jika jarang ke kantor.
“Saya juga Asal Rohil, jika benar Dana Patra jarang masuk kantor atau makan gaji buta, tentu sangat merugikan rakyat dan negara. Oleh sebab itu, kami akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas,” tegas Muhajirin.
Sementara saat di konfirmasi Ketua DPRD Rohil Maston melalui panggilan WhatsApp tidak diangkat dan saat dikirim pesan singkat belum ada jawaban hingga berita ini di publist. (olo)


