Pekanbaru (Nada riau ) Jaringan investigasi pemberantasan korupsi (jipikor) Riau menemukan adanya dugaan penggelapan pajak yang di lakukan PT Bronson prima industri hal tersebut di katakan tri yusteng putra selaku ketua jipikor Riau kepada media ini Rabu 1/2/2023
Di katakan yusteng perusahan yang memproduksi makanan anak anak jenis permen tersebut di duga memanipulasi hasil penjualan di duga untuk mengurangi pajak penjualan
Lanjut yusteng PT Bronson prima industri yang berpusat di Malang Jawa timur dalam melakukan pengiriman barang kepada cabangnya di Pekanbaru menggunakan nama yang berbeda untuk tujuan barang yang satu atas nama perusahaan cabang Pekanbaru yang satu atas nama seseorang yang di duga sebagai karyawan PT Bronson prima industri tujuanya yang atas nama karyawan tersebut di duga tidak di input sebagai hasil penjualan dan yang di input sebagai hasil penjualan dari pabrik tersebut yang tujuan atas nama perusahan di Pekanbaru.
Sedangkan terkait yang di Pekanbaru kata yusteng PT Bronson prima industri juga melakukan hal yang sama yang di duga memanipulasi hasil penjualan
Dimana setiap penjualan juga di bedakan atas 2 yang mana bon faktur dengan kode huruf tertentu di duga tidak di input sebagai hasil penjualan,sedangkan penjualan bon faktur yang tidak di berikan kode huruf tertentu itu yang di input sebagai hasil penjualan dan kami menduga praktek curang perusahaan tersebut sudah berlangsung lama dan di duga negara di rugikan miliararan rupiah setiap tahunnya karna tidak menutup kemungkinan praktek tersebut berlaku kepada seluruh cabang PT Bronson di seluruh Indonesia Dan kami akan laporkan kepada satgas pajak di Pekanbaru terkait dugaan pengemplangan pajak perusahaan tersebut tutup yusteng
Sementara saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pimpinan PT bronson prima industri Cabang Pekanbaru Paulus tak menjawab meskipun terlihat centrang biru pesan yang di kirim Begitu juga saat di konfirmasi kepala aconting pusat PT Bronson prima industri yang menaungi semua cabang se-Indonesia Yanti di kirim pesan whataap tidak ada jawaban sampai berita ini di publist(olo)***


