Kamis, Maret 5, 2026
BerandaIndeksHukrimKapolresta Pekanbaru Pastikan Video Penculikan Anak di Pekanbaru adalah Hoax

Kapolresta Pekanbaru Pastikan Video Penculikan Anak di Pekanbaru adalah Hoax

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi memastikan video penculikan anak di Pekanbaru yang viral di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial adalah hoax.

“Bukan di Pekanbaru kejadian dalam video tersebut. Tapi di Pontianak,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes DR Pria Budi ketika dikonfirmasi wartawan, pada Senin (30/01/2023).

Untuk itu Kapolresta menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar bohong serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

“Masyarakat jangan terlalu cepat menyebarkan video yang belum pasti. Video penculikan anak tersebut kejadiannya bukan di Pekanbaru. Namun kita harus waspadai kejadian serupa terjadi di tempat kita,” himbau Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan mengatakan hal yang senada. Dia menyebutkan, video yang beredar di WhatsApps terjadi di Pulau Kalimantan.

“Tidak ada kejadian penculikan anak di Pekanbaru, narasi di video itu hoax,” kata Andrie.

Andrie mengaku sudah melihat isi video tersebut. Dalam keterangan video tersebut yang manyatakan aksi penculikan anak di Pekanbaru digagalkan.

‘Berita terkini : Barusan kejadian di daerah bambu kuning, kulim, pekanbaru ada penculikan anak umur 3 tahun yang gagal, ketahuan oleh masyarakat’ tulis keterangan video tersebut.

Setelah mendapat video itu, Andrie langsung menelusuri. Hasilnya, ternyata kejadian dalam video itu di Pulau Kalimantan.

“Dalam video itu kejadiannya di Pontianak,” kata Andrie.

Ada beberapa video, pertama berdurasi 0,18 detik yang mengambarkan situasi anak-anak menangis yang diduga menjadi korban penculikan.

Kemudian ada juga video yang berdurasi 0,28 detik, dalam video itu tampak seorang perempuan memakai baju motif kotak warna merah yang diduga sebagai pelaku penculikan.

Andrie mengimbau kepada masyarakat Pekanbaru agar tidak sembarangan mengshare video yang belum tentu kebenarannya.

“Jangan ikut-ikutan membagikan video yang belum pasti kejadiannya dan belum pasti lokasinya. Karena itu bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat lainnya,” tegas Andrie.

Andrie meminta masyarakat lebih selektif. Meski demikian, warga juga tetap harus waspada agar kejadian yang sama tidak terjadi di Pekanbaru.

Seluruh orang tua di Pekanbaru juga diminta menjadikan peristiwa dalam video tersebut sebagai pelajaran. Termasuk mawas diri agar menjadikan hal itu melakukan antisipasi.

“Orang tua harus memperhatikan anak-anak kita, pastikan pulang sama siapa, dijemput sama siapa,” pungkasnya.(mcr/sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer