Selasa, Maret 10, 2026
BerandaHeadlineSebagai Visi Misi, FKUB Riau Kunjungi Pusat Sekolah Polisi Negara di Kampar

Sebagai Visi Misi, FKUB Riau Kunjungi Pusat Sekolah Polisi Negara di Kampar

Kampar (Nadariau.com) – Dalam menjalan visi dan misinya Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, mengadakan kunjungan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di Kabupaten Kampar.

Kunjungan berjumlah 10 orang terdiri dari unsur pimpinan, wakil ketua, sekretaris dan anggota, perwakilan agama dan beberapa anggota pengurus, dari Kanwil Kementerian Agama dan Kesbangpol Riau. Kunjungan diterima Kepala SPN Kombes Pol Ruli dan beberapa staf pengajar di SPN.

Kunjungan FKUB sebagai salah satu kunjungan Silaturrahmi,terhadap informasi yang berkembang, baik media maupun kalangan tokoh agama dan tokoh masyarakat, terhadap persoalan yang ada, dimana pihak SPN mencanangkan pembangunan Gereja sebagai wadah ibadah siswa yang beragama Kristen.

Namun disisi lain ada yang kurang berkenan oleh tokoh agama dan dan tokoh adat disana atas pembangunan sebuah gereja, sampai ada kesan masyarakat disitu tidak mau ada pembangunan gereja. Mereka berharap kepada pihak SPN bisa melakukan kegiatan ibadah yang beragama kristen silakan diruang yang ada yang bisa di lakukan, agar tidak membangun baru.

Menurut Kepala SPN Kombes Pol Ruli, ada kesepakatan dengan Tokoh agama dan Tokoh Adat dalam Rapat bersama yang dipasilitasi camat setempat, Kemenag kampar, Kesbagpol, FKUB kabupaten dan MUI Kampar. bahwa pihak SPN menunda rençana pembangunan Gereja tersebut, sehingga persoalan tersebut dianggap selesai dan saling mengerti terhadap kondisi yang ada di Kabupaten Kampar.

Menurut Ruli, rencana gereja yang mereka bangun untuk membantu kalangan siswa yang beragama kristen yang hampir 30 persen bisa beribadah seperti yang beragama Islam yang ada masjid yang dibangun berdiri megah.

“Bahkan ada siswa SPN berasal dari Papua yang kami bina lebih kuran 100 orang, yang perlu juga kita bina dalam ibadah mereka. Karena tenaga pendidik kami ada juga yang beragama kristen. Apalagi rumah ibadah yang kita bangun didalam lokasi sekolah sendiri, dan tidak melibatkan masyarakat Luar.
Namun karena ada penolakan dikalangan tokoh masyarakat Kampar, ya kami tangguhkan untuk menjaga polimik ditengah masyarakat,” kata Ruli.

Ketua FKUB Riau Kh H Abd Rahman Qaharuddin menyampaikan bahwa, FKUB Riau dalam kunjungannya hanya mengklarifikasi sebagai salah satu organisasi keagamaan yang dibentuk pemerintah. Sehingga dapat menjaga keharmonisasi dalam beragama.

“Setiap informasi persoalan agama cepat di cek and ricek agar tidak berkembang kemana-mana, yang bisa menjadi berita adu domba/hoaxs terhadap kerukunan agama yang telah tertata baik di Provinsi Riau saat ini,” kata Abd Rahman.

Sekretaris FKUB Riau H Rasyidi Hamzah, memaklumi bahwa disetiap daerah ada kearifan lokal yang perlu dihargai dan dihormati. Sehingga antar umat beragama bisa tetap menjaga rasa kebersamaan, kedamaian untuk saling menjaga kerukunan diantara kita.

Bisa saja Pihak SPN bersikukuh diri membangun karena berada di lokasi mereka. Akan tetapi kita harus kedepankan rasa, karsa dan dinamisasi untuk saling menjaga keutuhan dalam masyarakat. Apa arti sebuah pendidikan dijalankan kalau keharmonisan tidak tercapai dengan baik.

“Kami FKUB tetap mengajak pada setiap persoalan keagamaan bisa diselesaikan melalui musyawarah mufakat, sebelum mengambil keputusan. Untuk itu, atas nama FKUB kami tentu memberi apresiasi terhadap SPN yang tetap mengedepankan musyawarah mufakat. Kita berharap SPN tetap terus dihati masyarakat khususnya Polisi di Indonesia, Bravo..,” kata Rasyidi. (ras)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer