Pekanbaru (Nadariau.com) – Diduga akibat terpapar penyakit Sepricaemia Epizootica (SE) atau sapi ngorok, ratusan kerbau di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mati mendadak secara misterius.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, drh Faralinda Sari saat dikonfirmasi wartawan membenarkan prihal adanya hewan ternak yang mati mendadak di Kabupaten Rohul.
“Iya benar, kita baru dapat laporan ada hewan ternak yang mati mendadak di Rohul. Penyebabnya sama dengan yang di Kabupaten Kampar yaitu kena SE atau sapi ngorok,” kata Faralinda, Rabu (02/11/2022).
Faralinda menjelaskan, di Kabupaten Rohul terdapat dua kecamatan yang terpapar penyakit sapi ngorok, yakni di Kecamatan Rambah dan di Kecamatan Bangun Purba.
“Total kasus sudah 426 ekor kerbau yang mati mendadak akibat terpapar sapi ngorok. Itu laporan yang masuk di Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (SIKHNAS),” katanya.
Saat ini, tambah Faralinda, pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidikan kasus tersebut, dan mencari tahu asal muasal penyakit SE tersebut masuk ke Rohul.
“Kemungkinan kasus di Rohul ini adanya hewan ternak yang terpapar SE di Kampar dijual ke Rohul. Atau bisa jadi ada aliran sungai dari Kampar yang ke arah sana. Itu mau kita telusuri,” katanya.
Sebelumnya, Ratusan kerbau milik warga Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, mati mendadak akibat terpapar Septicaemia Epizootica (SE) atau biasa disebut penyakit Sapi Ngorok sejak 16 Agustus 2022 lalu.(sony)


