Minggu, Maret 15, 2026
BerandaIndeksHukrimWarga Binaan Lapas Kelas II A Pekanbaru Antusias Ikuti Kegiatan Keagamaan

Warga Binaan Lapas Kelas II A Pekanbaru Antusias Ikuti Kegiatan Keagamaan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Peningkatan kualitas hidup dan keterampilan seseorang dalam membaca Al Quran sejatinya merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Tidak terkecuali bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), meskipun mereka memiliki keterbatasan ruang dan waktu, mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan keagamaan.

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, saat ini disibukkan dengan berbagai kegiatan keagamaan setiap minggunya, mulai dari pukul 09.00 WIB, sampai dengan masuknya waktu sholat zuhur.

Salah satu kegiatan tersebut adalah kegiatan seni tilawah alquran yang sesuai jadwalnya di laksanakan setiap hari Rabu, yang dipusatkan di Masjid At Taubah Lapas.

Kegiatan ini termasuk ke dalam kategori pembinaan kepribadian yang terdapat di lapas Kelas II A Pekanbaru. Leading sector dari kegiatan ini adalah Seksi Pembinaan Anak Didik (BINADIK).

Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan ini merasa bersyukur telah mengikuti program kegiatan keagaman tersebut.

“Saya sangat bersyukur karena di Lapas Pekanbaru terdapat banyak kegiatan keagamaan. Saya berharap bisa belajar baca Al-Qur’an dengan tilawah dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan setelah bebas bisa menjadi imam yang baik bagi keluarga dan contoh yang baik bagi masyarakat,” katanya

Sementara, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Sapto Winarno mengatakan, bahwa kegiatan mengaji ini digelar setelah pelaksanaan salat dhuha bersama.

“Tujuannya selain untuk bekal agama, para warga binaan juga diberikan program khusus pendidikan seni tilawah Al-Quran agar setelah mereka bebas mereka bisa membaca Al-Quran dengan baik,” kata Sapto, dalam rilis tertulis yang di terima wartawan, Kamis (08/09/2022).

Sapto menjelaskan, untuk guru mengaji biasanya diminta dari kalangan napi sendiri. Mereka yang sudah bisa membaca ayat suci Alquran serta Iqra diminta mengajari temannya yang belum pandai membaca Alquran.

“Selain itu, pihak Lapas juga mendatangkan guru agama dari luar Lapas atas rekomendasi dari Kementerian Agama Kota Pekanbaru,” jelas Sapto.

Untuk itu, Sapto berharap kepada masyarakat umum agar tidak lagi memberikan stigma negatif terhadap mantan warga binaan agar mereka bisa berbaur kembali ditengah-tengah lingkungan masyarkat dengan baik.

“Penerimaan masyarakat menjadi salah satu syarat tidak terjadinya pengulangan tindak pidana oleh warga binaan,” tutupnya.(rls/sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer