Selasa, Maret 10, 2026
BerandaHeadlineTim Pengabdian Masyarakat Prodi S1 Ilmu Hukum Unri Gelar Penyuluhan Pembangunan Berkelanjutan

Tim Pengabdian Masyarakat Prodi S1 Ilmu Hukum Unri Gelar Penyuluhan Pembangunan Berkelanjutan

PUJUD (nadariau.com) – Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Riau, menggelar penyuluhan di Desa Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Senin, 8 Agustus 2022.

Penyuluhan yang mengambil judul “Penguatan Pemahaman Masyarakat dan Perangkat Desa untuk Menyusun Kebijakan Pembangunan dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir,” menghadirkan narasumber Dr. Zulfikar Jayakusuma, SH. MH (Ketua), Dr. Gusliana. HB, SH. M.Hum, Dr. Davit Rahmadan, SH. MH dan M. A. Rauf, SH. MH.

Menurut Dr Zulfikar Jayakusuma, tujuan penyuluhan ini yaitu, pertama, meningkatkan peran masyarakat dan perangkat desa dalam menerapkan konsep Pembangunan Berkelanjutan dalam menyusun kebijakan pembangunan desa. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa agar dalam menyusun kebijakan pembangunan di tingkat desa berpedoman kepada konsep pembangunan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat desa dalam memahami arti penting membuat dan menyusun kebijakan pembangunan desa berpedoman kepada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dr Zulfikar Jayakusuma yang juga ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa penyuluhan menekankan pada pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konsep pembangunan berkelanjutan.
“Esensi dari pembangunan berkelanjutan (the postulate of sustainability) pada dasarnya meliputi tiga aspek, yaitu, ecology, economy dan social security yang disebut dengan segitiga keberlanjutan/triangel of sustainability,” ujar Dr Zulfikar.

Mengacu kepada kepada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan maka menurutnya ada 3 pilar keseimbangan yang dijadikan indikator keberlanjutan, yaitu ekologi, ekonomi dan sosial budaya. Menurut Meadows ketiga dimensi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Dimensi ekologi merupakan representasi dari natural capital dan built capital yang harus terus dipertahankan eksistensinya tanpa menurun kualitasnya dan diefisienkan penggunaannya.
2. Dimensi ekonomi merupakan representasi dari human capital dan social capital yang harus dapat dirasakan oleh semua masyarakat.
3. Dimensi sosial budaya merupakan representasi dari human  and social capital juga merupakan representasi dari well being (pencapaian dari ultimate ends) yang harus bisa dicapai oleh semua masyarakat.

Penyuluhan dihadiri berbagai lapisan masyarakat yang menjadi sasaran pengabdian yang dinilai dapat berpartisipasi dalam kebijakan pembangunan pada tingkat desa. yaitu alim ulama, cerdik pandai, tokoh-tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh pemuda serta kaum perempuan.

Selain itu hadir juga Camat Pujud yang juga merupakan Plt Kepala Desa Kasang Bangsawan serta Sekretaris Desa Kasang Bangsawan. (***)

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer