Revolusi Informasi Positif bagi Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Ustadz Syech Poerji (Kiri) bersama Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Riau Jayus SSos MIKom.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Peran Humas di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTMA) sangat penting dalam membangun revolusi informasi yang positif bagi Persyarikatan maupun Amal Usaha Muhammadiyah sehingga memberikan efek penilaian yang baik bagi warganet.

Hal ini disampaikan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Ustadz Syech Poerji dalam kajian Shubuh pada kegiatan Workshop Humas PTMA II yang digelar oleh Majelis Ditilitbang PP Muhammadiyah pada 05 Agustus 2022 di Hotel Grand Rohan Yogjakarta.

Tokoh MPI PP Muhammadiyah ini menyampaikan materinya terkait dengan etika bermedsos yang baik dan berakhlakul karimah yang beliau khususkan dengan istilah akhlakul medsosiyah.

“Ini menarik ditengah gencarnya pemberitaan media yang banyak memuat konten-konten hoak/berita bohong sehingga sangat penting bagi Humas PTMA untuk menangkalnya dengan memberikan keseimbangan informasi berita yang benar, akurat dan positif,” sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Poerji juga mengatakan bahwa beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam mengelola informasi seperti tidak boleh menyebarkan berita bohong (hoax), menyebarkan konten pornografi, Bullying, dan konten-konten negatif lainnya.

Humas PTMA harus memberikan edukasi pemberitaan maupun konten-konten yang memberi kemaslahatan bagi umat khususnya warganet dalam upaya menjadikan acuan dalam penyampaian informasi yang bernilai positif.

Beliau juga menekankan agar Humas PTMA harus dapat memberikan edukasi tentang fungsi informasi yang menitik beratkan pada konten ta’lim/pengajaran/pendidikan, kemudian Tanwir atau pencerahan yang memberikan informasi menyejukkan dan memotivasi dan kemudian Taudhih/Penjelasan yang bermakna informasi itu harus menjernihkan kesimpangan yang terjadi yang berkembang dimasyarakat sehingga menghindarkan dari berita-berita hoak.

“Bagi seluruh warga netizen Persyarikatan, hendaknya dalam mensikapi suatu berita/informasi agar dapat terlebih dahulu melakukan tabbayun sehingga apa yang akan disampaikan bukan merupakan berita hoax/bohong, serta harus dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan serta memiliki muatan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” tegas Poer.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengirimkan dua orang peserta yaitu kepala Humas dan Protokol Muhammad Anwar Siregar dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Riau Jayus SSos MIKom. (jay)

 24 total views