Musdalub MUI Riau Bisakah?

Penulis : Tokoh Agama H Rasyidi Hamzah

Membaca dibeberapa media Riau hari ini, tentang tuntutan Ormas Islam agar diadakan Musdalub MUI Riau semakin bergulir dan menjadi bola Panas. Beberapa Ormas menginginkan agar ketua dan Kepengurusan MUI Riau diganti.

Sebab menurut Ormas di Riau, MUI dibawah Kepemimpinan Prof Dr Ilyas Husti tidak berjalan baik sesuai keinginan Ormas dan masyarakat pada umumnya. Kegiatan yang dilakukan tidak banyak bisa melibatkan Ormas Islam dibawah pembinaan MUI Riau.

Hal ini terjadi sejak dari awal pemilihan Ketua MUI Riau sudah tidak fair dan ada provokasi pihak lain. Sehingga secara berlahan tapi pasti, dimana Ormas – Ormas di Riau menyatakan mundur dari dukungan dan tidak ikut sebagai pengurus MUI dibawah kepemimpinan Prof Ilyas Husti.

Beberapa hari ini muncul statement dari berbagai pengurus Ormas menghendaki Musdalub MUI Riau.

Melihat gejolak ini, Tokoh Agama H Rasyidi Hamzah berpendapat, untuk Musdalub syah-syah saja dilaksanakan, jika mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MUI Riau.

Diantaranya, pengurus dalam hal ini Ketua MUI bisa diganti apabila terlibat kasus hukum, meninggal dunia, sakit berkepanjangan dan adanya mosi tidak percaya dari MUI kabupaten/kota dengan membuat pernyataan secara tertulis.

Karena memilih ketua terpilih berdasarkan formatur yang dipilih oleh MUI kabupaten/kota, menurut Rasyidi, untuk mengganti Prof Ilyas Husti sebagai Ketua MUI yang sah yang telah di SK-kan pusat perlu mekanis yang jelas dan sesuai aturan berlaku.

Kalau hanya pernyataan dan/atau statemen media yang tidak punya landasan saya pikir hanya bertepuk sebelah tangan, atau buang Energi saja.

Rasyidi Berharap belajar dari Musda yang lalu, Wadah MUI Riau jangan menjadi kepentingan politik atau kepentingan segelintir orang untuk mencari tempat atau jabatan.

Mari jadikan wadah MUI Riau sebagai harga diri bagi ulama dan kepentingan umat Islam dan mitra pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarkat dalam mencari solusi atau fatwa dalam bidang agama dan sosial.

Semoga pendapat ini bisa menjadi renungan kita bersama!

 88 total views