Pekanbaru (Nadariau.com) – Seorang pelaku pencurian sepeda motor yang babak belur dihajar masa saat beraksi di parkiran Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengaku nekat beraksi lantaran membutuhkan biaya persalinan istrinya.
Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Tampan, Kompol I Komang Aswatama melalui Kanit Reskrim, AKP Aspikar, saat menggelar konfrensi perss, Senin (18/07/2022) siang.
“Motif pelaku WP melakukan pencurian lantaran membutuhkan biaya persalinan istrinya,” kata Kanit Reskrim, AKP Aspikar.
Pelaku yang babak belur dimassa mengalami patah tulang paha lantaran terjatuh dari sepeda motor, saat beraksi di TKP tersebut, pada Kamis (14/07/2022) lalu. Saat dilaksanakan ekspose di Mapolsek Tampan, pelaku WP tidak dapat berjalan melainkan duduk dikursi roda.
“Pelaku telah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara dan tengah dalam pemulihan. Pelaku beraksi berdua dan satu orang lagi masih dalam pengejaran (DPO),” katanya.
Menurut pengakuan pelaku, dirinya sudah melakoni pencurian sepeda motor namun aksinya gagal.
“Saat pelaku mencoba maling lagi kedua kalinya, baru ditangkap massa. Yang pertama gagal,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penangkapan WP bermula dari kecurigaan saksi bernama Amri yang melihat dua pria mondar-mandir dengan sepeda motor di kawasan Kampus UIN Suska dan berhenti di parkiran Gedung Rektorat.
WP yang berada di bangku penumpang turun dan mendekati sebuah sepeda motor sambil melihat sekeliling dan menaikinya. Pelaku kemudian memasukkan sebuah alat yang diduga kunci T ke dalam kunci kontak sepeda motor tersebut sampai mesin hidup.
Saat akan melarikan, saksi langsung mengejar pelaku hingga pelaku terjatuh dari sepeda motor.(sony)


