Pekanbaru (Nadariau.com) – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mempromosikan destinasi pariwisata Riau dalam acara Semarak Festival Pelancongan Melaka. Syamsuar mengatakan bahwa Provinsi Riau pada saat ini banyak mengembangkan desa – desa wisata, terlebih Indonesia sekarang ini sedang fokus pada pembangunan desa – desa wisata.
Tahun lalu, salah satu desa wisata yaitu Koto Mesjid kita selalu dikunjungi oleh warga dari Malaysia dan Koto Mesjid ini lebih dikenal di Riau dengan Kampung Patin. Hampir disemua rumah penduduk yang ada di Kampung Patin ini ada kolam ikan patin dan ikan patinnya cukup banyak.

Sehingga bisa membuat berbagai produk untuk makanan yang bisa dibawa pulang sekaligus juga makan disana. Artinya hasil usaha dari masyarakat dan wisata inilah yang membuat Kampung Patin masuk rangking 2 Nasional. Dan prestasi ini akan tetap dipertahankan dan ditingkatkan kedepan.
“Tahun ini juga kita masih ada desa wisata yang masuk dalam nominasi desa wisata terbaik Nasional dan saat ini masih dalam perlombaan penilaian dari kementrian pariwisata dimana salah satu yaitu desa baru di Siak dan masuk nominasi dari 50 desa wisata nasional, mudah – mudahan desa ini juga termasuk desa wisata terbaik,” ,” kata Syamsuar pada saat menghadiri dan memberikan sambutan pada festival semarak pelancongan Negeri Melaka 2022 di Atrium Kampar, Mal SKA Pekanbaru, Kamis (09/06/2022).
Pada kesempatan ini, Syamsuar berharap kegiatan festival semarak Pelancongan Melaka ini dapat menambah kunjungan pelancongan dari Melaka ke Riau dan sebaliknya dari Riau ke Melaka. Dengan adanya kegiatan festival ini, dapat menambah mempererat hubungan antara Indonesia khususnya Provinsi Riau dengan negara Malaysia. Sehingga jumlah pelancong bisa meningkat, baik dari Melaka ke Riau maupun sebaliknya dari Riau ke Melaka.
“Pemerintah Provinsi Riau sangat menyambut dengan senang hati adanya kegiatan ini dan berharap adanya penambahan kunjungan warga Riau ke Melaka begitu warga melaka ke Riau,” ujar Syamsuar.
Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Utama Sulaiman yang turut menghadiri kegiatan Festival Semarak Pelancongan Melaka. Mudah-mudahan menambah eratnya persahabatan kita, karena kami juga beberapa minggu yang lalu berkunjung ke Malaysia termasuk Melaka bersama Kapolda, Dandrem dan Kepala BNN Provinsi Riau.
Sebagaimana diketahui bersama, selama 2 tahun terakhir banyak terjadinya kendala karena adanya Covid-19 baik di Indonesia, Malaysia dan negara lainnya dilanda Covid-19. Begitu drastis penurunan angka pelancongan yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru karena itu juga turun pajak dan ekonomi daerah.
Gubri Syamsuar mengungkapkan, pada saat awal pandemi Covid-19 pusat belanja seperti mall, cafe dan sebagainya ditutup agar dapat meminimalisir angka kasus Covid-19.
Begitu juga dengan mall SKA ini dulu diatur sistem bukanya dan tidak seperti sekarang ini. Jadi betul – betul pemerintah bersama jajaran TNI Polri ikut mengawal dan mengendalikan dalam rangka penanganan Covid-19 sekaligus juga bersama – sama bagaimana melakukan pemulihan ekonomi di daerah.
“Bahwa dalam beberapa waktu terakhir, angka Covid-19 di Provinsi Riau sudah di angka nol. Dan dari hasil pemeriksaan sudah tidak ada yang terkonfirmasi positif. Bersyukur kepada allah dan mudah – mudahan ini pertanda tidak ada lagi Covid-19 baik di Indonesia, Malaysia dan belahan dunia lainnya,” sebutnya.
Selain itu, ia menyatakan bahwa kegiatan kunjungan ini sangat dinanti untuk dapat meningkatkan kerjasama antara bangsa baik Indonesia maupun Malaysia.
“Begitu juga kami kemarin diterma oleh yang dipertua Negeri Melaka banyak hal yang kami bicarakan baik itu kerjasama ekonomi, kerjasama terkait kebutuhan dan kerjasama investasi yang diharapkan oleh kedua bangsa,” ujar Syamsuar.
Sementara itu seusai, membuka secara resmi festival semarak pelancongan Negeri Melaka 2022, Ketua Menteri Melaka Datuk Seri Utama Sulaiman mengatakan, kegiatan ini merupakan satu permulaan yang positif untuk kebaikan industri pariwisata bagi kedua negara tetangga.
Sulaiman menyebutkan, industri pelancongan atau pariwisata merupakan penyumbang terbesar dalam Keluaran Dalam Negeri Kasar (KDNK) Melaka. Pada tahun 2020, sektor perkhidmatan telah menyumbang sebanyak 48 persen kepada KDNK Negeri Melaka dengan nilai output RM 20.940 bilion.
“Saya yakin dengan usaha yang terus digesa dan kerjasama yang lebih erat bersama Provinsi Riau, jumlah kehadiran pelancong ke negeri Melaka dan Provinsi Riau akan dapat ditingkatkan,” ucap Sulaiman. (Advetorial)


