“Gubernur Riau Dalam Proses Pengisian Pj Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar”

Penulis: Tokoh Politik Fenomenal Ridwan GP
‘Catatan Sore 24 Mei 2022’

Kemarin telah dilantik oleh Gubri (Pak Syamsuar) Muflihun dan Kamsol sebagai Pj Walikota Pekanbaru dan Pj Bupati Kampar.

Bukan rahasia lagi, bahwa kedua orang yang dilantik tidak termasuk ASN yang diajukan secara resmi ke Depdagri oleh Gubernur Riau (Gubri).

Timbul banyak pendapat di masyarakat, seperti :
1. Daerah dikangkangi oleh pusat.
2. Ada ASN yang tidak ‘Santun’ ke Gubri yang dengan lancang mendaftar ke pusat tanpa sepengetahuan Gubri.

Ditengah ramainya pendapat yang pada umumnya menilai SK Depdagri tersebut ‘Cacat’
dan sarat dengan ‘manipulasi’… Toh akhirnya Gubri melantik kedua pilihan ‘Depdagri’ tersebut.

Timbul pertanyaan :
1. Kenapa Gubri menerima keputusan Depdagri tersebut.
2. Kenapa Gubri tidak ‘Melakukan’ perlawanan.

Jabatan Gubernur adalah jabatan politik. Terpilih lewat proses politik.

Nah…Secara politik, seharusnya Gubri melawan, tapi itu tidak dilakukan Syamsuar seorang Gubernur Riau yang juga Ketua Partai Golkar Riau.

Politik apa yang sedang dijalankan seorang Syamsuar?

Seorang Syamsuar sedang menjalankan ‘Politik bernegara’ yang berbeda dalam hal ‘politik ber-partai’ .

(Diwaktu lain nanti bisa saya jelaskan apa itu ‘politik bernegara dan politik ber partai).

Dibutuhkan sisi ‘Kenegarawanan’ dalam menerima SK Depdagri tersebut.

Dalam pidato pelantikan, tegas sang Gubernur mengingatkan para Pj yang dilantik akan menjalankan tugas utama mereka, bahkan secara langsung memberi ‘Perintah’ apa yang prioritas harus dilakukan secara detil.

(Pidato seperti ini jarang dilakukan dalam pelantikan).
Lagi-lagi sang Gubernur memainkan ‘Politik ber-negara’.

Apakah ini berarti seorang Syamsuar mengesampingkan ‘Politik berpartai’??

Tidak !

Sebagai Gubri yang ‘Perpanjang tangan pusat’ di daerah telah menjalankan ‘Kebijakan pusat’ dan sebagai Gubri ‘Hasil proses politik’ dia telah memperingatkan ke Pj yang dilantik agar ‘Kerja keras’ urus daerah masing-masing paska Covid.

Jangan ‘Macam2’ untuk tidak fokus mengurus yang diperintahkan Gubri. (Kalau pendapat pribadi saya disitu Gubri tidak mau kedua Pj tersebut jadi ‘Perpanjang tangan oleh siapapun ‘Sponsor’ mereka sampai jadi Pj).

Sebagai penutup, mari ber doa agar kedua Pj tersebut bisa bekerja baik sesuai ‘Pidato’ Pak Gubri.

Wassalam