Jumat, Januari 30, 2026
BerandaUncategorizedMewakili Pengusaha Bubu Tiang Sebut Pencabutan Bubu Tiang Yang Sudah Patah Untuk...

Mewakili Pengusaha Bubu Tiang Sebut Pencabutan Bubu Tiang Yang Sudah Patah Untuk Tahap Berikutnya Tetap Akan di Laksanakan

Rokan Hilir, Nadariau Com – Menyikapi tiang bubu patah yang kelak memakan korban nelayan saat melintas di perairan Kabupaten Rokan Hilir, Khususnya Pulau Halang meliputi Bangko dan Sinaboi membuat para nelayan khawatir, apa lagi pada hari malam di Sertai dengan angin kencang.

 

Namun pencabutan tiang bubu patah itu Pemerintah Daerah yang di pimpin Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Sulaiman SS MH sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama para pengusaha tiang bubu dihadiri juga Kadiskanlut Provinsi Riau Herman Mahmud, Kadis Perikanan Rohil M Amin dan Asisten I Setdakab Rohil, Fery H. Parya.

 

Selanjutnya Camat Pasir Limau Kapas, Camat Bangko, Camat Kubu Babussalam, Camat Sinaboi, PSDKP Wilayah III Bagansiapiapi, Ketua HNSI Rohil, Ketua Umum PMII Rohil Riki Dermawan, Sekretaris Umum PMII Rohil Muhammad Fadhli beserta kader PMII Rohil dan pengusaha bubu tiang di Gedung Misran Rais Kamis (17/2/2022) lalu.

 

Hasil rapat koordinasi yang di pimpin Wakil Bupati Rokan Hilir itu ternyata membuahkan hasil yang baik. Pasalnya setelah rapat pihak pengusaha tiang bubu bersama instansi terkait melakukan pencabutan tiang bubu patah untuk tahap pertama.

 

Sementara itu, salah satu mewakili dari pengusaha tiang bubu Pendi saat di konfirmasi Selasa 17 Mei 2022, kapan akan dilanjutkan pencabutan tiang bubu itu agar nelayan saat melintas atau melakukan aktivitas di perairan tersebut tidak di ragukan lagi.

 

Pendi pun spontan menjawab dengan apa adanya, bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pencabutan tiang bubu.

 

” Nanti kita atur lagi, dipulaukan ada acara sembahyangan, selesai sembahyang nanti baru kami musyawarahkan kapan mau di cabut,” katanya.

 

Dia menambahkan, tiang bubu yang mau di cabut pihaknya bukan tiang bubu yang masih beroprasi melainkan tiang bubu patah yang menjadi tunggul dan yang sudah di tinggalkan pemiliknya.

 

” Kita mau sembahyang dulu, hari H nya besok dan lusa setelah sembahyang baru kita atur lagi waktunya, bulan kemaren emang mau di cabut tapikan angin kuat gimana mau mencabut tungulnya,” Tutup Pendi.(Said)***

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer