Kuansing (NadaRiau.com)-Puluhan mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (Kuansing) gelar aksi demonstrasi dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap Anggota DPRD Kuansing yang dinilai tidak ada etika baik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antara dua koalisi di DPRD untuk kepentingan masyarakat, Rabu (13/04/2022)
Aksi demo mahasiswa UNIK tersebut dimulai dari gerbang depan kantor DPRD dan berlanjut keruangan Rapat Paripurna dengan di sambut Ketua DPRD Kuansing Adam SH.MH, Muslim, Darmizar, Zulhendri, dan Ferdios Gusni.
Dalam ruangan rapat Paripurna tersebut kalangan mahasiswa menyampaikan tuntutannya agar pihak DPRD Kuansing mengakhiri perbedaan pendapat dengan terbagi menjadi dua kualisi terkait pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang berujung tidak berjalannya kegiatan di DPRD tersebut sehingga muncul pernyataan tidak adanya paripurna selama satu tahun kedepan.
Menanggapi tuntutan itu, Adam selaku ketua DPRD Kuansing menyampaikan pernyataan tersebut di disampaikannya atas dasar adanya 4 fraksi yang menyatakan tidak akan hadir dalam rapat Paripurna dan rapat rapat di DPRD.
“Saya punya dasar 4 fraksi waktu menyatakan duri tidak akan hadir dalam rapat paripurna dengan mengirimkan surat. Atas dasar itu saya mengeluarkan statemen seperti itu. Artinya jika saya undang juga kalau mereka sudah mengatakan tidak hadir dalam rapat di DPRD, jadi kan percuma gak akan korum juga,” jelas Ketua DPRD Kuansing Adam SH.MH
Lanjut Adam, solusi dari permasalahan bisa selesai dengan empat Fraksi tersebut bersurat ke DPRD dengan menyatakan hadir dalam rapat rapat di DPRD.
“Kalau dalam satu tahun mereka tidak bersurat ke DPRD, maka dalam satu tahun tidak akan ada rapat paripurna itu. Kalau itu yang adek adek pertanyakan silahkan langsung tanya ke empat Fraksi kenapa tidak hadir, jangan gara gara AKD ini mereka kesampingkan kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya
Sementara itu, muslim folitisi Nasdem ikut menambahkan terkait hal tersebut, dikatakannya, dirinya tidak tahu menahu masalah koalisi koalisi terkait pembentukan AKD, bahkan dirinya menurut sudah merelakan mudur jabatannya sebagai ketua komisi 2.
“AKD itu hanya Alat Kelengkapan Dewan, tidak ada kepentingan apa apa di situ, bahkan sudah saya relakan mundur dari ketua komisi du dan di ganti dengan yang lain, tapi mengapa tidak terima juga, untuk kepada adek adek maha siswa selesai dari pertemuan ini saya minta untuk menahan fraksi fraksi yang empat tersebut, langsung pertanyakan ke kepada mereka kenapa tidak hadir, kalau kami dari 5 fraksi lainnya tidak ada masalah,” ungkapnya
Senada, darmizar yang juga merupakan ketua dari fraksi PPP juga menyampaikan permasalah ada di empat fraksi yang mengirim surat ke DPRD dengan pernyataan tidak akan hadir di rapat rapat DPRD.
“Kami dari 5 fraksi, Golkar, PPP, PKB, PKS dan Nasdem tidak ada masalah, setiap hari kami ke kantor, jadi untuk berjalannya kinerja rapat di DPRD ada di empat fraksi tersebut. Jadi kalau koalisi nya kalah dalam pembentukan AKD wajar saja kesal,” jelasnya
Mendengar jawaban jawab yang di sampaikan ketiga ketua partai yang tergabung di koalisi Galamai tersebut, Noverman Melayu langsung intruksi menyampaikan mosi tidak percaya mahasiswa UNIK terhadap Anggota DPRD Kuansing dan langsung meninggalkan ruangan rapat Paripurna tersebut.
Saat dikonfirmasi, Noverman Melayu mengatakan mosi tidak percaya yang disampaikan mahasiswa tersebut karena mendengar jawaban dari 3 anggota DPRD Kuansing yang terkesan
“Tadi kita saksikan ada Ketua DPRD dan anggota DPRD dari fraksi nya masing masing yang memberikan jawaban atas tuntutan kami. Tapi sampai detik ini 13:33 tidak ada etika baik dari mereka, titik terang bagaimana kelanjutan kualisi kualisi ini, yang kami dengar mereka hanya saling serang, saling tuding, artinya mereka tidak mementingkan rakyat lagi tapi lebih mementingkan kualisi koalisi mereka, maka dati itu kami nyatakan mosi tidak percaya kepada anggota DPRD Kuansing” ungkapnya
Lanjut Noverman, jika dalam waktu dekat ini permasalahan tersebut juga tidak menemui solusi yang baik untuk menghentikan perseteruan dua kualisi tersebut untuk kepentingan masyarakat. Pihaknya dari mahasiswa UNIK ankan kembali menggelar kasi serupa.
“Kalau belum bubar juga koalisi itu, dan masih mementingkan koalisinya dari pada masyarakat. Kami akan terus melakukan aksi demo sampai koalisi itu bubar, dan mereka mementingkan kepentingan masyarakat,” tutupnya (DONI)


