Minggu, Maret 8, 2026
BerandaHeadlinePengajuan Penambahan Solar di Riau Belum Dijawab Pertamina

Pengajuan Penambahan Solar di Riau Belum Dijawab Pertamina

Pekanbaru (Nadariau.com) – Menyusul tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan adanya pengurangan kuota solar untuk Riau tahun 2022, maka Pemprov Riau sejak awal pekan lalu telah mengajukan surat permohonan penambahan kuota untuk BBM jenis solar ke BPH Migas.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Evarefita mengatakan, sejauh ini pihaknya masih tunggu perkembangan terbaru dari pihak BPH Migas, terkait perkembangan selanjutnya setelah permohonan penambahan kuota tersebut diajukan.

Eva menyebut, pastinya surat permohonan tersebut tengah berproses. Namun sejauh ini memang balum ada jawaban. “Belum. Tentunya pihak PBH Migas masih akan memprosesnya dulu. Kita tunggu sajalah,” terangnya.

Sebelumnya, Eva menyebut bahwa rencana Pemprov Riau untuk meminta penambahan kuota BBM solar sudah diinisiasi sejak November tahun lalu, dengan berbagai pertimbangan.

Baca: Kepmenkes Terbaru Dianggap Melemahkan Metode Penanganan Covid-19 di Riau

Diantaranya, berdasarkan analisa yang sudah dilakukan, pada tahun 2020 tingkat mobilitas masyarakat memang jauh berkurang seiring dengan keluarnya kebijakan pemerintah terkait PSBB akibat pandemi Covid-19.

Kondisi yang sama masih terjadi di tahun 2021, yakni melalui kebijakan PPKM. Hal ini, kata Eva sangat berdampak terhadap pengurangan mobilitas kendaraan, sehingga kebutuhan BBM jenis solar masyarakat juga menurun.

Namun, seiring dengan adanya pelonggaran mobilitas yang dikeluarkan pemerintah sejak jelang akhir tahun 2021 lalu, kebutuhan masyarakat terhadap solar juga semakin tinggi. Sehingga di tahun ini, jatah kuota solar yang sebelumnya ditetapkan untuk Riau, sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dampaknya solar menjadi langka.

Sebagaimana diketahui, di tahun 2022, jatah kuota BBM jenis solar untuk Riau sebanyak 794.787 kiloliter. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 9 persen jika dibandingkan kuota di tahun 2021 lalu, yakni sebanyak 824.000 kiloliter.

“Yang sudah kami ajukan itu, kuotanya, setidaknya sama dengan tahun 2021 lalu,” tutur mantan Asisten II Setdaprov Riau itu. (bpc/dan)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer