Pekanbaru (Nadariau.com) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) sedang mempersiapkan sarana dan prasarana untuk masa perkuliahan tahun 2022/2023. Diantaranya yaitu persiapan gedung belajar sebanyakk 40 lokal.
Saat ini Umri memiliki sekitar 13.000 lebih jumlah mahasiswa. Sementara tahun ini ditargetkan akan menerima 3000 mahasiswa baru. Dengan penambahan mahasiswa ini tentu terkendala dengan kekurangan jumlah lokal.
“Saat ini kita sangat mengharapkan wakaf dari semua pihak melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI), untuk bisa membantu pembangunan gedung lokal baru di Umri,” kata Rektor Umri Dr Saidul Amin MA, saat melaunching program penerimaan mahasiswa baru tahun 2022/2023 dan Peresmian LAZIS MU corner, di Kampus Utama Umri, pada Rabu (26/1/2022).
Dr Saidul Amin mengatakan, kepada donator diharapkan wakaf ini bisa menjadi sebuah kenang-kenangan untuk diri dan keluarganya. Seperti bukti cinta kepada istri, maka diwakafkan satu lokal. Termasuk untuk mengenang orang tuanya juga diwakafkan satu lokal dan sebagainya.
Nanti setiap lokal tersebut akan dituliskan nama yang diwakafkan tersebut. Dengan cara seperti ini, tentu pembangunan gedung 40 lokal tersebut akan cepat selesai. Sehingga proses belajar mengajar perkuliahan akan lancar kedepan.
“Dalam waktu dekat, kita akan meletakkan batu pertama pembangunan gedung 40 lantai. Diharapkan proses pembangunannya bisa cepat selesai,” harap Dr Saidul Amin.
Dalam launching penerimaan mahasiswa baru tahun 2022/2023 ini langsung dihadiri Gubernur Riau Syamsuar. Beliau sangat mendukung program wakaf untuk pembangunan gedung belajar. Pasalnya, pemerinta daeah belum bisa membantu pembangunan gedung kampus keceuali beasiswa.
Maka kita akan memanfaatkan program wakaf untuk mendapatkan bantuan pembangunan kampus. Wakaf ini bisa diperoleh dari mana saja. Seperti kerjasama dengan pihak swasta, CSR perusahaan dan donator. Selain itu Pemprov Riau juga akan mengusahakan untuk memperoleh wakaf dari Arab Saudi.
“Saat ini, Umri harus bisa menyiapkan anggaran biaya dan perencanaan satu ruang lokal belajar. Setelah itu, kita akan sampaikan kepada para donator untuk bisa memberikan wakah, baik satu lokal atau sebagian dari lokal, sesuai dengan kemampuan donator tersebut,” kata kata Syamsuar yang juga sebagai Badan Pengurus Harian (BPH) Umri. (alin)


