Diduga Masih Ada Mobil Dinas DPRD Pekanbaru Dikuasai Sejumlah Pihak Tanpa Hak !

Pekanbaru (Nadariau.com) – Banyak hal yang menjadi pertanyaan setelah Aksi Damai Para Aktivis Anti Rasuah didepan Kejaksaan Negeri Pekanbaru beberapa waktu yang lalu.

Terutama mengenai tindak lanjut dari APH karena pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi kepada sejumlah awak media.

Ketua LP KPK Riau Thabrani memperlihatkan sejumlah data terkait dugaan tindak pidana korupsi di Sekwan DPRD Kota Pekanbaru tahun 2020 yang masa itu dipimpin oleh Plt. BR.

Dalam kesempatan tersebut Thabrani mengatakan, bahwa dari keseluruhan item yang kita laporkan beserta bukti-bukti juga sudah diserahkan.

”Kali ini saya bicara mengenai dugaan penggelapan puluhan kendaraan dan mobil dinas dilingkungan DPRD Kota Pekanbaru yang dikuasai oleh sejumlah pihak dengan tanpa hak ! ” ungkapnya, Ahad (23/1/2022).

Lebih lanjut Ketua LP KPK Riau mengatakan bahwa mobil-mobil dinas tersebut dipakai oleh sejumlah nama yang tidak lagi mempunyai kapasitas.

Seperti ada anggota dewan yang sudah tidak aktif, beberapa staff ahli yang sudah pensiun, ada juga yang digunakan oleh mantan ketua organisasi pers inisial A dan sejumlah OKP, juga ada anggota dewan aktif namun disisi lain ia juga mendapatkan uang tunjangan.

Oleh karena itu sebagaimana laporan yang telah kami sampaikan kepada Pihak Kejari Pekanbaru.

Ketua LP KPK Riau berharap agar segera dilakukan penegakan hukum, sebagaimana ketentuan yang telah diatur oleh Perwako Nomor 100 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan / Pemakaian Kendaraan Dinas, telah banyak melanggar ketentuan.

Penyalahgunaan kewenangan itu dilakukan oleh mantan Plt Sekwan BR, ungkap Thabrani sambil memperlihatkan juga anggaran penyediaan jasa pemeliharaan kendaraan Dinas dan Operasional Tahun 2020 senilai milyaran rupiah.

Pertemuan yang singkat ini kemudian diakhiri dengan langkah terakhir bidak catur sesi pertandingan persahabatan dengan Skak Mat. Hingga Berita ini diturunkan, mantan Plt. Sekwan Kota Pekanbaru BR masih belum memberikan tanggapannya. (rac/nrc)

 65 total views