Bengkalis (Nadariau.com) – Ratusan karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) emosi dan sempat terlibat adu jotos dengan aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Permasalahan ini diakibatkan karyawan tidak terima pihak Pemkab Bengkalis menyegel PKS tersebut.
Dari kejadian itu, dua orang yang dianggap memprovokasi terjadinya bentrok diamankan jajaran Polisi resort (Polres) Bengkalis, Kamis (20/1/22). Jalannya penyegelan awalnya berlangsung damai, namun mendadak panas dikala kuasa hukum perusahaan dan manajemen Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2017 itu dan kuasa hukum Tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP), Satpol PP dan Polres Bengkalis terlibat cekcok berjam jam dilapangan. Akhirnya, Panasnya cuaca dan terbakar emosi satu sama lain, bentrokan pun tak terhindarkan.
Kedua pemuda yang terlibat bentrok itu dipastikan pihak yang mendukung tetap beroperasinya pabrik itu demi kelangsungan sejengkal perut.
Namun disisi lain, masyarakat yang terkena imbas limbah pabrik itu juga tak mau kalah memperjuangkan kepentingannya dengan bergabung dan mendukung kebijakan Pemerintah dengan menutup perusahaan milik warga keturunan asal Medan Sumatera Utara (Sumut) tersebut.
“Kita sudah sangat memberi toleransi kepada pihak perusahaan. Sejak tahun 2017, kita sudah melayangkan beberapa kali surat teguran sampai pemanggilan untuk audiensi selama kurun waktu 4 tahun terakhir, namun tak diindahkan PT SIPP. Bahkan dampaknya semakin besar dan menganiaya masyarakat sekitar operasionalnya dengan membuang limbah pabrik sembarangan tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku,”jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Bengkalis, M Azmir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen perusahaan terkait tindakan tegas yang diambil Pemerintah Kabupaten berjuluk Sri Junjungan itu. (rtc/zul)


