Inhu (Nadariau.com) – Kesuksesan merupakan impian semua orang, akan tetapi tidaklah muda untuk mencapai sebuah kesuksesan tanpa ada perjuangan rintangan dan tantangan serta sebuah usaha yang kita korbankan. Hal tersebut juga dirasakan oleh Hendrizal anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Hendrizal merupakan salah satu Putra terbaik Kabupaten Inhu yang Lahir di Peranap 20/08/1974 yang saat ini menginjak usia di 47 tahun, beliau tinggal Peranap Jalan Kesehatan RT 02 RW 07 kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap.

Sebelum terjun ke dunia perpolitikan Hendrizal memiliki segudang kisah perjalanan hidupnya dari bawah hingga masuk ke Parlemen. Ia memulai karir sebagai karyawan, atlet sepak bola hingga menjadi pedagang kain dan Alhamdulillah saat ini beliau terjun ke dunia politik dan dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi wakil Rakyat di DPRD Inhu periode 2019-2024.
Hendrizal juga menceritakan kisah hidupnya selama hampir 14 tahun beliau menjadi karyawan Honorer di Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Selain itu Hendrizal juga aktif sebagai atlet Sepak Bola, ia juga pernah bergabung di Club ternama Kabupaten Indragiri Hulu kala itu bernama Club’ Persires FC, bahkan ia sempat bermain di Divisi II bersama Club ternama dan menjadi kebanggaan Sepak Bola di Kabupaten Inhu, tak tanggung-tanggung ternyata Hendrizal sudah bergabung di Club Persires sejak beliau duduk di Bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas 3.
Selain di Persires, Hendrizal juga pernahmemperkuat tim sepak bola inhu di Porda Riau tahun 1995 dipekanbaru. bermain di Club Sepak Bola Mekar’S Fc kecintaan nya terhadap sepak bola masih dirasakannya hingga sampai detik ini, bahkan saat ini beliau merupakan Pembina Club Sepak Bola Mekar’S Fc Sepak Bola Merupakan rumah kedua bagi dirinya pada zaman itu. Namun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia harus bekerja keras diluar.
“Waktu itu pendapatan saya di PLN tidak ada peningkatan, makanya saya memutuskan berhenti dan memulai profesi saya sebagai penjual kain,” ungkap Hendrizal.
Diawal saya menggeluti sebagai pedagang kain, saya berkeliling ke sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Inhu untuk menawarkan kain jualan saya. Beruntung saya memiliki istri dan anak yang setia mendukung usaha yang saya kerjakan. Selain berdagang saya juga memiliki usaha tenda pelaminan dan tenda tersebut tidak pula saya patok harga bagi warga yang tidak mampu.
Seiring berjalannya waktu, Hendrizal didukung oleh keluarga besarnya untuk terjun ke dunia politik, akan tetapi beliau tetap memilih berjualan kain. ” Saya tidak paham politik, jadi saya minta waktu agar saya bisa mempelajari dan memahami politik sampai tahun 2019, katanya. Pada tahun 2017 beliau berhenti berdagang kain dan usahanya tersebut digantikan oelh anaknya dan beliau mulai mempersiapkan diri untuk maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) hingga tiba masanya.

Ketika tiba masanya, Hendrizal memberanikan diri untuk mendaftar sebagai Caleg di Partai Nasdem pada Pileg 2019. Setelah mengikuti tahapan dan prosedur akhirnya beliau ikut meramaikan pesta demokrasi sebagai Caleg dari Partai Nasdem Nomor urut 05 daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang mencakup Empat Wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Peranap, Batang Peranap, Kecamatan Rakit Kulim serta Kecamatan Kelayang.
Alhamdulillah pada Pileg tersebut saya dipercaya oleh masyarakat yang berada di dapil 3 untuk menjadi wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Inhu periode 2019-2024.
Dengan terpilihnya saya sebagai anggota DPRD Inhu, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga sanak Famili serta masyarakat yang sudah memberikan dukungan dan amanah kepada saya untuk melanjutkan Perjuangan masyarakat di DPRD Inhu.
“Semoga apa yang selama ini menjadi harapan kita bersama bisa tercapai sesuai dengan keinginan amin amin ya rabbalalamin,” tutup Hendrizal.
Perlu kita ketahui bahwa saat ini Hendrizal yang duduk di Komisi III DPRD Inhu itu terus berjuang untuk perbaikan infrastruktur jalan yang berada di wilayah dapil III. Ia juga memperjuangkan pembangunan di sepanjang aliran sungai di Kecamatan Peranap apalagi disebagian wilayah tersebut sering terjadi longsor akibat abrasi air sungai. (Advetorial/rio)


