Kamis, Maret 12, 2026
BerandaHeadlineKedepan Seni Reog Bisa Jadi Khasanah Budaya Melayu yang Patut Dikembangkan

Kedepan Seni Reog Bisa Jadi Khasanah Budaya Melayu yang Patut Dikembangkan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Dengan memiliki banyak suku, kedepan seni reog bisa menjadi khasanah Budaya Melayu, yang patut dikembangkan di Provinsi Riau. Sehingga menambah kekayaan daerah untuk dikembangan kepada anak cucu nanti.

Salah satu suku yang mengembangkan reog adalah suku Jawa. Karena bagi suku jawa, Reog merupakan kesenian tradisional yang penari utama berkepala singa dengan hiasan bulu merak. Roeg sering ditampilkan dalam acara pegelaran seni budaya, pesta perkawinan dan berbagai hajatan masyarakat lainnya

Tidak tertutup kemungkinan, reog juga bisa dimainkan oleh anak Melayu sendiri. Pasalnya, reog sudah tidak asing lagi dimata penduduk Riau yang terdiri dari belasan duku di Indonesia. Maka reog boleh dikembangkan oleh generasi penerus Indonesia.

“Saya selaku pengiat seni Reog Ponorogo yang tergabung dalam Permasa Jatim Riau mengharapkan agar petingi Pendowo Jari Riau terus memperhatikan Reog Ponorogo. Bagi orangtuanya tergabung dalam Pendowo Jati Riau bisa ikut menyalurkan anak mereka ke Reog Singo Mbalelo tanpa dipungut biaya. Jangan sampai anak anak kita tidak mengenal dan mengetahui seni budaya jawa salah satunya Roeg,” kata Sulamto, salah satu pemilik reog di Riau,” Senin (6/12/2021).

Sulamto adalah pemilik Reog Singo Mbalelo. Sulamto mengharapkan, supaya Pendowo Jati Riau selaku payung tertinggi suku Jawa di Riau bisa terus mengangkat budaya rakyat salah satu Reog Ponorogo. Sebab, pergelaran Reog banyak nilai dan seni yang terkandung didalam setiap penampilan Reog.

Sulamto yang biasa dipanggil Anto Libas mengatakan, dengan kemajuan teknologi saat ini, membuat seni Reog hilang ditengah masyarakat. Jangan sampai seni budaya jawa turun temurun ini luntur dan tergerus dengan kebudayaan barat modern seperti tik tok dan lain sebagainya.” Oleh karena itu, Reog ini harus tetap dilestarikan ditengah masyarakat keturunan jawa jangan sampai luntur dan harus tetap dilestarikan” katanya.

Reog Singo Mbeleo, kata Sulamto, berdiri tahun 2018 lalu dan saya sendiri yang mendirikannya. Saat ini, Reog Singo Mbalelo tidak hanya ada di Riau saja, tapi Singo Mbalelo juga sudah ada di Magetan dengan nama Reog Singa Mbalelo Trenogani dan di Kalimantan dengan nama Singo Mbalelo Sangata.

Singo Mbalelo sering tampil di festival seni budaya seperti baru baru ini diacara festival di AURI, Polda Riau dan pertunjukan lainnya. Biasanya setiap tampil, Reog Singo Mbalelo mengirimkan 40 personil mulai dari Jatil (penari) dan Waragono.” Jadi kami ingin menghidupkan seni budaya jawa bukan mencari hidup dari seni,” kata Anto Libas

Sementara itu tokoh masyarakat Jawa Riau Dr. Dwi Agus Sumarno ketika jumpa diacara penampilan Reog Singo Mbalelo mengatakan, seni budaya jawa salah satunya Reog jangan sampai luntur ditengah derasnya kebudayaan asing. Khazanah seni budaya jawa ini harus bisa menjadi filter bagi masuknya budaya asing.

Oleh karena itu, Reog ini harus di perkenalkan kepada generasi muda terutama anak anak. Mareka juga harus tahu bahwa Reog ini budaya jawa dan menjadi salah satu keragaman seni budaya di Indonesia.

“Kemudian, setiap acara besar daerah, pesta maupun acara di sekolah, diharapkan reog bisa ditampilkan. Karena biaya mengundangnya tidak banyak, yang penting sediakan transportasi kru reog pulang pergi ,” kata Dwi. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer