Pekanbaru (Nadariau.com) – Sebanyak 23 dari 73 peguyuban Jawa di Riau, sudah bergabung ke Perkumpulan Pendowo Jati Riau (PPJR).
Salah satu yang dihadiri langsung oleh
Ketua Umum Peguyuban Perkumpulan Masyarakat Jawa Timur (Permasajatim) Provinsi Riau, Kampriwoto mengatakan, bergabungnya Permasajatim Riau ke PPJR, tentunya punya alasan yang kuat.
Salah satunya ingin menyatukan Peguyuban Jawa yang ada di Riau. Sebab begitu banyak Peguyuban Jawa ini menjadi salah alasan terbentuk PPJR.
“Alhamdulillah dari 70 lebih Peguyuban Jawa di Riau, 23 peguyuban sudah bergabung di PPJR. Kita terus membuka diri, bagi teman-teman paguyuban jawa yang ingin bergabung dalam PPJR,” kata Kampriwoto, Senin (29/11/2021).
Kampriwoto mengatakan, PPJR ini sebagai wadah penyatuan sebab begitu banyaknya Peguyuban Jawa yang ada di Riau.
Beberapa Peguyuban Jawa Riau yang tergabung dalam PPJR diantara Pasmajatim, Kawula Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Riau Ketua Umum Suro Abadi, DPW Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) Ketua Umum Muahammad Adil dan dan Perkumpulan Masyarakat Jawa Tengah (Pasmajateng), Ketua Umumnya Suroso Ramli ikut bergabung dan mendeklarsikan PPJR Riau.
Tidak hanya perkumpulan Jawa saja, tapi juga ada Perkumpulan Masyarakat Lampung Riau (Pasmalamri ) juga bergabung.
“Kami menargetkan satu tahun ini semua paguyuban jawa yang ada di Riau bisa terhimpun. Kita targetkan satu satu karena masih banyak keberadaan orang jawa yang di Riau belum terhimpun,” kata Kampriwoto.
Kampriwoto juga mengatakan pembentukan PPJR ini tidak adanya unsur politik. PPJR ingin menjadi wadah untuk menghimpun orang orang jawa yang ada di Riau.
Jika ada ada anggota yang ingin berpolitik, PPJR tidak bisa melarang, karena itu hak seseorang. Tapi yang jelas, PPJR ini tidak terjun langsung dalam politik praktis.
“Tapi kalau ada, kawan kawan anggota yang ingin politik, itu hak mereka. Kami tidak bisa melarang,” kata tokoh masyarakat Jawa Riau ini. (alin)


