Pemerintah Berlakukan PPKM Level 3 Mulai 24 Desember di Seluruh Indonesia

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 akan ditetapkan di seluruh wilayah di Indonesia pada masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal itu diumumkan oleh pemerintah melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam keterangan resminya, Kamis (18/11/2021).

“Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” ujar Muhadjir Effendy, seperti dikutip dari kompas.com.

Keputusan terkait PPKM level 3 yang rencananya dimulai pada 24 Desember 2021 merupakan upaya pemerintah dalam mencegah lonjakan kasus infeksi Covid-19 selama masa libur Nataru.

PPKM berdasarkan level tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 akan ditetapkan di seluruh wilayah di Indonesia pada masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal itu diumumkan oleh pemerintah melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam keterangan resminya, Kamis (18/11/2021).

“Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” ujar Muhadjir Effendy.

Keputusan terkait PPKM level 3 yang rencananya dimulai pada 24 Desember 2021 merupakan upaya pemerintah dalam mencegah lonjakan kasus infeksi Covid-19 selama masa libur Nataru.

PPKM berdasarkan level tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021 dan Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021.

Kriteria PPKM Level 3
Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Kamis (18/11/2021), berikut ini adalah kriteria PPKM level 3:

– Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu.

– Rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk.

– Kasus kematian antara 2 sampai 5 orang per 100 ribu penduduk.

Konsekuensi PPKM Level 3
Sementara itu, wilayah yang termasuk dalam kriteria PPKM level 3 harus menerapkan sejumlah pembatasan, yakni:

– Pekerjaan non-esensial kerja dari rumah atau work from home (WFH).

– Pekerjaan esensial beroperasi 100 persen dengan dibagi menjadi 2 shift dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

– Toko atau pasar kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen dan tutup pukul 20.00.

– Pasar rakyat selain kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen dan tutup pukul 15.00.

– Pusat perbelanjaan seperti mall dan plaza bisa buka dengan kapasitas 25 persen dan tutup pukul 17.00.

– Pedagang kaki lima (PKL), barbershop, dan sejenisnya bisa buka sampai pukul 20.00.

– Warung makan, PKL, lapak jajanan di ruang terbuka boleh beroperasi dengan kapasitas 25 persen dan buka hingga pukul 20.00.

– Pengunjung yang makan di tempat diberi batas waktu maksimal 30 menit.

– Restoran di ruang tertutup hanya melayani take away atau delivery.

– Kegiatan belajar mengajar 100 persen daring.

– Tempat ibadah dibuka dengan kapasitas 25 persen dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Nantinya, pemerintah akan menerbitkan aturan terbaru lewat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) sebagai acuan penerapan aturan selama PPKM level 3.

Selama PPKM level 3 pada masa libur Nataru, ada beberapa rencana pengaturan pembatasan antara lain melarang acara kembang api dan petasan, pengaturan ibadah Natal, kunjungan wisata, pawai atau arak-arakan, dan penyesuaian pembukaan pusat perbelanjaan. (nrc)

 11 total views