Pengurus Cabor Sorot Persyaratan Calon Ketua KONI Riau Tak Masuk AD/ART

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) Riau menyoroti persyaratan untuk dapat mendaftar sebagai Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau.

Pasalnya sang calon harus mendapatkan dukungan dari 4 KONI kabupaten/kota.

Persyaratan tersebut terukir dalam Peraturan Organisasi yang diklaim tidak terdapat dalam AD/ART KONI Riau.

Dewan Penyantun KONI Riau, Arsadianto Rachman dengan tegas meminta agar persyaratan itu dihilangkan.

Ia menilai persyaratan itu justru mejadi penghambat peluang bagi calon-calon Ketum yang memiliki profesional tinggi dala olahraga untuk mencalonkan diri.

Terlebih setelah pria yang akrab disapa Anto itu membaca AD/ART KONI ternyata persyaratan tersebut tidak diatur di dalamnya. Ini menurutnya akan menjadi permasalahan di pencalonan Ketum KONI Riau mendatang.

“Kita juga menilai aturan itu justru berpotensi terjadinya money politik khususnya saat mendapatkan surat rekomendasi,” katanya, Jumat (12/11/2021).

Permasalahan ini kata Anto akan diangkatnya di Musyawarah Provinsi KONI Riau yang akan digelar pada Desember 2021 mendatang. Sebab, menurutnya KONI bukanlah partai politik tapi patner kerja dari Pemerintah.

“Saya mulai curiga, kok bisa maju menjadi ketua provinsi tapi ditentukan oleh KONi Kabupaten/kota,” katanya.

Sepengetahuan Anto, peraturan seperti tersebut tidak terdapat di KONI provinsi lain. Artinya hanya ada di Riau saja. Dengan begitu Ia sangat menyayangkan adanya persyaratan tersebut.

“Ini sudah menjadi preseden buruk bagi kita. Untuk itu kita minta persyaratan ini dihapuskan. Kita butuh ketua yang benar-benar mengerti akan olahraga,” tandasnya. (rtc/dan)

 15 total views