Jumat, Maret 13, 2026
BerandaHeadlineSukirman Puas, 7 Tahun Menjadi Peserta JKN-KIS

Sukirman Puas, 7 Tahun Menjadi Peserta JKN-KIS

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sukirman (69) membagikan kisahnya yang sudah 7 menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Keseharian Sukirman bekerja sebagai seorang petani.

Kepada Tim Jamkesnews Sukirman menceritakan bahwa dirinya merupakan pengidap asam urat dan harus rutin berobat. Sukirman bersyukur karena dengan adanya JKN-KIS dirinya dapat berobat tanpa harus pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan mengingat penghasilannya dari bertani yang tidak seberapa.

“Dulu saya daftar BPJS (Kesehatan – red) ini karena saya sudah tua dan sering kambuh juga asam uratnya jadi saya harus rutin berobat. Kalau berobat ke rumah sakit ‘kan pasti mahal makanya saya sangat bersyukur sekali bisa menjadi Peserta BPJS (Kesehatan – red) sehingga masih bisa rutin berobat,” ungkap Sukirman.

Sukirman sendiri terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa disebut Peserta Mandiri di Kelas III. Beliau mengungkapkan bahwa tidak ada keluhan terhadap setoran iuran.

Karena menurut dirinya iuran yang dibayarnya masih dapat ia dan keluarganya akomodir dan bila dibanding dengan manfaat yang diterimanya tentunya tidaklah sebanding. Di situ ia bersyukur hadirnya program pemerintah ini ke tengah-tengah masyarakat yang notabene masih sebagian besar berada di ekonomi menengah ke bawah.

Pelayanan fasilitas kesehatan yang ia terima pun sangat baik dan ia tidak merasa dibeda-bedakan antara pasien umum dengan pasien BPJS Kesehatan.

“Atau malah sudah tidak ada ya? Soalnya pasien yang saya temui hampir semua menggunakan BPJS (Kesehatan – red),” ujarnya sembari tersenyum terkekeh.

Tak lupa Sukirman turut mengajak masyarakat yang belum mendaftar menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftar. Karena menurut dirinya memiliki jaminan kesehatan merupakan suatu hal yang penting bagi seseorang karena sakit bisa datang kapan saja.

Dengan memiliki jaminan kesehatan kita tidak perlu khawatir ketika sakit menyerang. Apalagi di masa pandemi ini yang jenis penyakit pun semakin bermacam-macam bentuknya. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer