Tak Terima Dituduh Pengeroyokan, Anggota DPRD Pekanbaru Dilaporkan ke Polisi

Pekanbaru (Nadariau.com) – Warga Kelurahan Sidomulyo Timur laporkan balik Anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti atau IYS ke Polda Riau, karena tidak terima warganya dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dengan dugaan pengeroyokan dan pembacokan, Sabtu (04/0/21).

Laporan ini Selain bertujuan untuk melindungi sejumlah warga yang dilaporkan oleh IYS tadi, juga buntut dari laporan yang diduga dengan keterangan palsu yakni tentang pengeroyokan dan pembacokan yang diutarakan IYS beserta keluarganya kepada petugas kepolisian.

“Laporan ke Polresta Pekanbaru oleh IYS dan keluarganya itu sudah berlebihan. Malah tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” ujar Ketua RT 02, Sidomulyo Timur, Gusri yang turut hadir dalam pembuatan laporan di SPKT Polda Riau tersebut.

Gusri membantah adanya pengeroyokan dan pembacokan yang dilakukan warganya terhadap IYS dan keluarganya. Meski begitu, terdapat 5 warganya yang telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Polresta Pekanbaru atas laporan IYD tersebut.

“Lima orang warga juga diperiksa termasuk salah satunya adalah ibu-ibu yang rumahnya sempat didatangi IYS dan keluarganya saat itu,” katanya, seperti dikutip dari riauterkini.com.

“IYS dan keluarganya seolah-olah menjadi korban dalam peristiwa itu, padahal mereka datang dan menyerang warga bahkan mendobrak pintu rumah warga. Saat itu suami IYS juga melakukan penyerangan dengan membawa kunci roda terhadap. Jadi, mereka membuat berita bohong,” paparnya.

Kepada wartawan Gusri juga menyampaikan bahwa untuk meleggkapi laporan, warga akan menyertakan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.

Untuk diketahui, saling lapor antara warga dan oknum Anggota DPRD Pekanbaru dari fraksi Golkar itu bermula dari kejadian yang terjadi pada Rabu (01/09/21) sekitar pukul 17.00 Wib kalau. Anak laki-laki IYS saat itu melintas di pemukiman warga yang berada persis di samping Radja Coffee Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Lantaran macet, sejumlah pemuda sempat mengatur arus lalu lintas di gang tersebut. Saat itu muncul mobil anak IYS yang masuk dari arah Barat. Diwaktu yang bersamaan, muncul satu kendaraan yang dikemudikan ibu-ibu dari arah berlawanan.

“Pemuda kita yang mengatur kendaraan meminta kepada anak Ibu IYS itu untuk mengalah dan mundur sedikit. Karena ada mobil yang dibawa Ibu-Ibu yang kurang pas lah membawa kendaraan, namun anak Ibu IYS itu tidak mau, justru malah Ibu itu yang mengalah dan memundurkan mobilnya,” ucap Gusri.

Bukan menghargai karena kendaraan yang dari arah berlawanan itu mundur, anak IYS justru menekan gas mobil dan melaju kencang. Saat itu ia juga sempat mengeluarkan kata kotor. Tak sampai disitu, mobilnya juga sempat menyenggol dua orang warganya, satu diantaranya adalah ibu-ibu.

“Langsung dikejar sama pemuda kita. Setelah berhenti, disitulah terjadi cekcok mulut. Namun sempat didamaikan oleh warga kita. Dan kita membubarkan diri,” katanya.

Tak lama dari kejadian itu, datanglah satu rombongan memakai Kijang Innova yang terdiri dari IYS, suami dan anaknya serta 2 orang memakai motor beriringan bergerak ke arah rumah warga.

“Mereka langsung mendatangi rumah warga dan mendobrak pintu rumah warga. Malah ada yang membawa konci roda. Mereka sempat melontarkan kata kotor ke pemuda kita dan ke pemilik rumah,” katanya.

Akibat kegaduhan itu, warga keluar rumah dan mendatangi lokasi kegaduhan itu. Meski sempat dijelaskan kejadiannya sebenarnya, IYS justru tidak terima dan mendorong warga itu sambil membentak warganya.

Hal itu tentu memancing kemarahan warga. IYS dan keluarga lantas hendak meninggalkan lokasi sembari mengancam dengan kunci roda yang dipegangnya.

“Sempat diayunkan tapi gak mengenai pemuda kita. Ia juga sempat teriak dan berlari dan masuk mobilnya. Warga semakin marah, sementara keluarga IYS panik dan langsung mencoba pergi dari lokasi tapi mobilnya malah masuk parit,” terangnya.

Saat itu IYS dan keluarga keluar dari mobil dan berupaya pergi untuk berobat. Padahal menurut Gusri tidak ada yang terluka dalam kejadian itu.

“Ternyata dia malah pergi ke Polresta Pekanbaru untuk membuat laporan ke Polisi karena anaknya dibacok,” ujar Gusri. (ap)