Rabu, Maret 11, 2026
BerandaHeadlineDengan Lantang Sandiaga Uno Mempertanyakan Mana Ekonomi Kreatif Riau ?

Dengan Lantang Sandiaga Uno Mempertanyakan Mana Ekonomi Kreatif Riau ?

Pekanbaru (Nadariau.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mempertanyakan mana ekonomi kreatif Riau?

Apa yang diunggulkan di Riau untuk bisa dijual? Sebab selama ini, 90 persen ekonomi kreatif berasal dari Pulau Jawa.

“Riau harus bisa membuat dan mengembangkan ekonomi kreatif. Karena Riau memiliki banyak potensi yang bisa diunggulkan,” kata Sandiaga Uno, dalam materinya di pelatihan softskill dan peningkatan mutu akademik
bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) penerima beasiswa Pemprov Riau di Hotel Labersa, Senin (30/8/2021).

Berbagai informasi terkait kampus UMRI juga dapat diakses lewat website http://www.umri.ac.id.

Sandiaga Uno berharap, UMRI bisa menjadi lokomotif untuk perkuliahan ekonomi kreatif kedepan. Bagaimana membentuk kepercayaan diri mahasiswa untuk bisa berinovasi mengembangkan setiap potensi yang ada.

Sebenarnya, daerah Riau banyak memiliki potensi yang bisa digali. Baik bidang UMKM, fotografer, video, games dan lain-lain.

Seperti games, anak Riau harus bisa menciptakannya. Jangan hanya menjadi pemain saja. Pemerintah akan membimbing untuk pembuatan aplikasi games sampai ke pembuatan brand-nya.

Selain itu, mahasiswa sebagai kader masa depan harus bisa jadi solusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sehingga bisa merekrut pekerja, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan kita jadi penonton, tapi kita harus jadi pencipta. Garap semua potensi agar kita jadi orang sukses. Gerak bersama dan gerak cepat. Karena di Jawa sudah banyak anak muda yang sukses,” tegas Sandiaga Uno, dalam penekanan materinya kepada mahasiswa UMRI.

Rektor UMRI Dr Mubarak MSi meminta mahasiswa untuk bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya saat kuliah. Jika sudah bekerja, maka kalian akan sulit mencari belajar.

Untuk itu, jangan berhenti belajar. Terus lah belajar. Ilmu yang didapat di perkuliahan hanya teori. Namun ilmu usaha yang banyak adalah diluar kampus.

Dalam menuntut ilmu, yang utama adalah moral dan akhlak. Karena akan tercermin dalam kehidupannya sehari-hari.

“Etika, moral dan ilmu itu adalah ikhlas. Dimana kita ikhlas berbagi, bekerja dan memanfaatkan waktu,” kata Mubarak.

Sementara Kabiro Kesra Pemprov Riau, Zulkifli Syukur mengatakan, pemerintah terus mendorong mahasisawa sebagai kader masa depan untuk memudahkan mendapatkan ilmu.

Untuk itu, Pemprov Riau telah menyalurkan bantuan beasiswa kepada 2500 orang, melalui jalur anak tidak mampu, bidik misi dan anak berprestasi.

Penyaluran bantuan ini dilaksanakan tahun 2021. Diharapkan, dengan tingginya jumlah pelajar, maka bisa menghasilkan SDM kuat untuk membangun daerahnya nanti.

“Pemprov Riau telah berupaya membuat program beasiswa untuk memberikan peluang dan akses untuk masyarakat untuk kuliah. Tujuannya yaitu untuk menciptakan SDM yang beretika dan bermoral,” kata Zulkifli. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer