Pekanbaru (Nadariau.com) – Dua kebahagiaan sekaligus dirasakan oleh Desi Mayang Sari (37), seorang Ibu Rumah Tangga yang tinggal di Jalan Giam Pekanbaru ini. Pasalnya ia baru saja melahirkan anak pertamanya pada 8 Juni silam tanpa mengeluarkan biaya perawatan sedikitpun.
“Alhamdulillah kelahiran lancar. Bayi juga sehat. Saya melahirkan melalui proses caesar. Saya merasakan manfaat menjadi Peserta BPJS (Kesehatan – red). Ternyata dengan rutin membayar, saat dibutuhkan BPJS (Kesehatan – red) hadir. Mulai dari perawatan hingga persalinan, semua ditanggung BPJS (Kesehatan – red),” ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Diceritakan oleh Desi, bahwa di awal kehamilan dulu ia sempat mengalami flek. Sejak itu, Desi rutin melakukan kontrol terhadap kehamilannya dengan BPJS Kesehatan. Sebagai peserta yang rutin membayar iuran JKN, ia tak ragu menggunakan BPJS Kesehatan.
“Sampai saya memasuki bulan ke sembilan. Saya sudah dirujuk sebelumnya dari Puskesmas Melur ke RS Awal Bros A. Yani karena melihat posisi bayinya yang sunsang. Perkiraan lahir di tanggal 25 Juni menjadi maju di tanggal 8 Juni. Saya harus bed rest dulu 2 x 24 jam sebelum akhirnya pulang di tanggal 10 Juni,” lanjutnya.
Desi termasuk peserta yang peduli dengan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini. Sejak menjadi peserta, ia dan keluarganya telah rutin membayar iuran karena mereka paham, mereka tak tahu kapan sakit dan membutuhkan jaminan kesehatan. Padahal biaya kesehatan itu sangat tidak dapat diprediksi besarannya.
“Saya bersyukur juga karena bahkan pelayanan yang saya dapatkan melebihi harapan. Mungkin ini adalah konsekuensi sebagai peserta yang rutin membayar. Karena seperti yang kita ketahui, biaya operasi caesar itu tidak sedikit. Apalagi di masa serba sulit seperti saat ini. Jika tak punya BPJS (Kesehatan – red) tentu berdampak bagi perekonomian keluarga kita,” ucapnya sumringah. Desi selalu berharap, BPJS Kesehatan terus ada memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. (alin)


