Senin, Februari 2, 2026
BerandaHeadlineDPRD Riau Bentuk Pansus RUED

DPRD Riau Bentuk Pansus RUED

Pekanbaru (Nadariau.com) – Untuk meningkatkan kerjamasama antar daerah mengemuka dan kondisi listrik di Desa Mahato Sakti, Kabupaten Rokan Hulu, DPRD Provinsi Riau membentuk Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Umum Energi Deerah (RUED) Provinsi Riau.

Dilatarbelakangi kondisi tersebut serta perkembangan terbaru, Pansus Rancangan Umum Energi Daerah (RUED) DPRD Provinsi Riau mengadakan rapat kerja bersama beberapa mitra kerja, Senin (19/07/2021) lalu.

Rapat yang diselenggarakan di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau, dipublikasikan melalui media sosial Humas DPRD Provinsi Riau, dipimpin Ketua Pansus Husaimi Hamidi didampingi Wakil Ketua Pansus Nurzafri serta Anggota, Parisman Ihwan, Sahidin, Syamsurizal, dan Yuyun Hidayat.

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Bappeda Litbang Provinsi Riau Purnama Irawansyah, Kasi Energi Dinas ESDM Provinsi Riau Rudy Hartono, Senior Perencanaan PLN Provinsi Riau Jaka Sumantri, Kepala Bagian Perundang-undangan Provinsi Riau Armanita serta anggota lainnya.

Saat rapat dibuka, Husaimi Hamidi menjelaskan jika tujuan dari rapat kerja tersebut untuk menyampaikan masukan RUED dan pembahasan kerjasama antara daerah, BUMD, dan BUMN. Selain itu juga membahas permasalahan listrik Desa Mahato Sakti.

Jaka Sumantri menjelaskan bahwa Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) belum menjadi wilayah usaha PLN. Sementara PLN prinsipnya bersedia melayani.

Rudy melaporkan hasil telusuran di Desa Mahato Sakti didapat permasalah administrasi yang belum selesai, selain itu permasalah kepemilikan pengelolaan listrik desa juga masih menggantung. Padahal investor sudah banyak yang ingin masuk.

Menanggapi hal itu, Husaimi mengatakan kepastian hukum dapat segera selesikan, selain itu investor juga dapat diajak untuk mengambil bagian dalam pengurusan administrasi.

Lebih lanjut Syamsurizal menjelaskan PLN dapat masuk untuk melayani masyarakat yang belum terlayani.

“Beri kesempatan mereka masuk untuk melakukan kajian, kita dapat mengurus pengurusan administrasi itu,” ujar Syamsurizal.

Sementara di Desa Mahato Sakti Kabupaten Rokan Hulu, bisa mencapai Rasio Elektrifikasi (RE) hingga 100 persen, PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau memasang jaringan baru ke daerah-daerah yang belum tersentuh listrik.

Seperti pemasangan jaringan baru di Desa Mahato Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) yang diprogramkan PT. PLN Rayon Bagan Batu, Kabupaten Rokan Hilir. Manager PT. PLN Bagan Batu, Ari Hikmawan mengatakan saat itu, demi menunjang RE di Rohul.

Namun untuk koneknya masih menunggu hasil kesepakatan di Kementrian ESDM tanggal 22 November (2017). Ari mengungkapkan, PLN memasang jaringan baru di Desa Mahato Sakti karena masyarakat setempat merasa kurang mendapat 24 jam pelayanan listrik pasca terjadi insiden di PLTBg Rantau Sakti.

Mengenai pemasangan jaringan ini mendapat protes dari warga. Pasalnya disana sudah berdiri Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, melalui dana APBN hingga Rp28,5 miliar.

Program antara PT PLN dan Kementerian ESDM ini seperti tumpang tindih. Pasalnya jika program PLN berjalan, maka nantinya antara PT PLN dan PLTBg bakal rebutan pelanggan listrik. Tidak menutup kemungkinan, masyarakat akan lebih memilih PLN ketimbang PLTBg, karena faktor biaya.

PLTBg ini sendiri merupakan program Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). PLTBg Rantau Sakti diresmikan oleh Wakil Menteri ESDM RI, Susilo Siswoutomo, pada Selasa 16 September 2014, awalnya didirikan untuk menerangi sekitar 1.050 rumah. Bahkan kini sudah menerangi sekitar 2.303 pelanggan.

Menyikapi proyek pemasangan baru dilakukan PT. PLN Rayon Bagan Batu di Desa Mahato Sakti, Kepala Distamben Rohul, Yusmar mengatakan harus ada kesepakatan-kesepakatan antara PLN dan pihak PLTBg.

Termasuk, dilakukan evaluasi secara umum bagaimana jalannya PLTBg Rantau Sakti selama ini yang sudah berjalan selama 2 tahun, menerangi rumah masyarakat di tiga desa, yakni Desa Rantau Sakti, Mahato Sakti, dan Rantau Kasai Desa Tambusai Utara.

“Kedua, pihak PLN dipersilahkan melakukan pembangunan karena punya target dan ketentuan waktu tersendiri. Akan tetapi, untuk koneknya, karena ada pertemuan di Kementrian ESDM pada 22 November, maka rencana itu masih menunggu hasil keputusan dari Kementiran,” jelas Yusmar.

Dalam pada itu, Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 16 kecamatan dan 157 desa/kelurahan, dari 16 kecamatan,1 kecamatan sangat minim dalam memenuhi kebutuhan listrik, yaitu Kecamatan Tambusai Utara. (Advertorial)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer