Pekanbaru (Nadariau.com) – Dari jauh, lubang dalam sebetis kaki orang dewasa itu tidak terlihat. Karena badan jalan nan besar dan mulus membuat kita terlena.
Apalagi disamping jalan ada danau untuk embung air dan Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Provinsi Riau nan megah.
Meski mata dimanjakan menikmati keindahan, namun ditengah badan jalan dari bundaran AKAP menuju pusat kota itu ada lubang menganga yang siap menerkam setiap pengendara yang lewat. terutama pengendara kendaraan roda dua.
“Bapak ini jatuh sendiri setelah masuk lubang,” kata Ali usai menepikan orang tua yang jatuh, karena tidak bisa mengendalikan sepeda motornya setelah masuk lubang, Senin (12/7/2021).
Dilihat orang tua itu mengalami luka berat pada punggung kakinya. Mungkin karena tidak pakai sepatu. Namun kepalanya terlihat aman-aman saja, meski helemnya tampak lecet akibat benturan aspal.
“Saya kira jalannya bagus, tetapi ada lubang dalam,” keluh bapak itu sambil melilit punggung kakinya dengan kain, untuk menghentikan pendarahan.
Lubang ini banyak menelan korban yaitu pada saat hari hujan dan malam hari. Karena warnanya sama hitam dengan aspal. Sehingga pengendara yang baru melewati jalan tersebut sering jadi korban.
Lubang maut itu sudah lama ada. Namun hingga saat ini belum ditambal atau diperbaiki pemerintah. Diharapkan pemerintah provinsi atau kota harus bisa mengambil kebijakan untuk bisa menutup lubang itu, tanpa harus menunggu anggaran dan/atau siapa yang bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut.
“Terjadi kecelakaan bukan kali ini saja, tetapi sudah sering. Apalagi saat malam dan hari hujan, selain warnanya sama, lingkaran lubang berdiameter 80 cm itu ditutup air,” kata Deri yang ikut menyaksikan kecelakaan tersebut.
Sebagian pengendara yang berhenti di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tampak menutup lubang jalan dengan menggunakan pohon kayu. Supaya pengendara lain bisa melihat dan menghindari tanda tersebut. Sehingga tidak ada lagi kecelakaan berikutnya. (Alin)


